Penyiraman dilakukan saat media tanam mulai mengering, biasanya 2-3 kali seminggu di musim kemarau dan 1-2 kali seminggu di musim hujan. Gunakan air bersih suhu ruang, siram hingga air keluar dari lubang drainase. Kelebihan air menyebabkan busuk akar yang ditandai daun menguning dan batang lembek. Media tanam harus porous, campuran sekam bakar, cocopeat, dan perlite dengan perbandingan 2:1:1. Tambahkan pupuk NPK 16-16-16 sebulan sekali dengan dosis sesuai petunjuk kemasan, atau pupuk organik cair setiap 2 minggu.
Pemupukan dilakukan setiap 2-4 minggu sekali saat musim tanam (musim hujan) dengan pupuk seimbang. Untuk merangsang pertumbuhan daun, gunakan pupuk dengan N tinggi. Pangkas sulur yang terlalu panjang untuk merangsang cabang baru. Perbanyak dengan stek batang yang memiliki 2-3 ruas dan 1 daun, tanam di air atau media lembab hingga berakar. Ganti pot setiap 1-2 tahun jika akar sudah memenuhi pot.
Hama yang sering menyerang adalah kutu putih (mealybug) dan tungau laba-laba. Ciri kutu putih: gumpalan putih seperti kapas di sela daun. Ciri tungau: daun berbintik kuning dan sarang halus. Atasi dengan menyemprot air sabun atau minyak neem secara rutin. Jamur muncul jika kelembaban terlalu tinggi tanpa sirkulasi udara. Potong daun yang sakit dan tingkatkan sirkulasi. Jika perlu pestisida, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat.