Pilihan media tanam yang tepat menjadi kunci utama pencegahan busuk akar pada janda bolong. Gunakan campuran media tanam berporositas tinggi dengan formulasi 1 bagian sekam bakar, 1 bagian kompos matang, dan 1 bagian tanah humus atau cocopeat. Gunakan pot berdiameter 15 hingga 20 cm yang dilengkapi lubang drainase lancar di bagian dasar. Penggantian media tanam atau pemindahan pot dilakukan setiap 8 sampai 12 bulan sekali saat akar sudah memenuhi wadah.
Penyiraman janda bolong harus disesuaikan secara fleksibel dengan kondisi musim di Indonesia. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 hingga 3 kali seminggu saat bagian atas media tanam setebal 2 cm terasa kering. Sebaliknya pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali seminggu untuk menghindari media terlalu basah. Nutrisi harian didukung dengan pemberian pupuk organik cair atau pupuk NPK majemuk dosis ringan yang diaplikasikan setiap 3 sampai 4 minggu sekali.
Pemasangan tiang penyangga atau turus dari sabut kelapa setinggi 80 hingga 100 cm sangat disarankan agar akar angin dapat menempel kuat. Tanaman yang merambat pada turus akan menghasilkan ukuran daun yang jauh lebih besar hingga mencapai panjang 25 cm. Lakukan pula pemangkasan rutin pada daun tua yang menguning setiap 2 minggu sekali agar energi tanaman fokus pada pembentukan tunas dan daun baru yang sehat.






