Pertama, periksa kebiasaan menyiram. Janda Bolong suka tanah lembap tapi tidak becek. Jika Anda menyiram terlalu sering (misal setiap hari) saat tanah masih basah, akar bisa membusuk dan daun menguning. Sebaliknya, jika terlalu jarang (misal seminggu sekali saat kemarau), daun juga kuning karena kekeringan. Ciri khas overwatering: daun kuning layu, tanah basah, kadang ada bau. Underwatering: daun kuning kering, tepi coklat, tanah kering.
Kedua, perhatikan intensitas cahaya. Janda Bolong asli hutan tropis, butuh cahaya terang tidak langsung. Jika diletakkan di bawah sinar matahari langsung (misal di jendela selatan tanpa tirai), daun bisa terbakar dan menguning. Ciri: bercak kuning atau coklat di bagian yang terkena sinar. Sebaliknya, jika terlalu gelap, daun juga kuning pucat karena kurang fotosintesis. Ketiga, periksa hama seperti kutu putih atau tungau yang menghisap cairan daun, menyebabkan bintik kuning dan menguning.
Terakhir, nutrisi juga berpengaruh. Kekurangan nitrogen menyebabkan daun tua menguning merata, sedangkan kelebihan pupuk (overfertilizing) bisa membakar akar dan daun menguning dengan ujung coklat. Saat musim kemarau, kurangi frekuensi pemupukan dan siram lebih jarang. Jika semua sudah diperiksa dan masih kuning, bisa jadi tanaman sedang stres karena perubahan lingkungan atau proses adaptasi daun tua. Potong daun kuning agar energi terfokus ke daun baru.