Busuk akar biasanya disebabkan oleh jamur seperti Pythium, Phytophthora, atau Fusarium, serta bakteri Erwinia. Ciri khasnya: daun menguning mulai dari bawah, layu meski media tanam lembab, dan akar berubah coklat kehitaman, lembek, berbau. Jika dicabut, akar mudah putus. Untuk membedakan dengan kekeringan, periksa media: jika basah tapi daun layu, curigai busuk akar.
Bercak daun lebih sering disebabkan jamur Colletotrichum (antraknosa) atau Cercospora. Gejalanya: bercak coklat kehitaman dengan halo kuning di tepi, bentuk tidak beraturan, berkembang cepat di daun tua. Jika bercak basah dan berlendir, kemungkinan bakteri Pseudomonas. Bedakan dengan daun terbakar sinar matahari (bercak kering, tepi coklat merata, tidak meluas) atau defisiensi nutrisi (menguning merata tanpa bercak).
Langkah awal: isolasi tanaman sakit, potong daun dan akar yang terinfeksi dengan gunting steril. Untuk busuk akar, ganti media tanam dengan campuran sekam bakar, cocopeat, dan perlit (2:1:1) yang porous, kurangi penyiraman menjadi 2-3 hari sekali. Untuk bercak daun, tingkatkan sirkulasi udara (jarak antar pot minimal 30 cm) dan hindari percikan air ke daun. Jika perlu fungisida, konsultasikan dengan BPP setempat dan baca label produk.