Penyebab pertama adalah kekurangan air (underwatering). Ciri: daun menguning dari ujung ke pangkal, layu, dan tanah kering pecah-pecah. Pada kemarau, bonsai dalam pot kecil bisa kekeringan dalam 1-2 hari jika tidak disiram. Solusi: siram 2 kali sehari (pagi dan sore) hingga air keluar dari lubang drainase. Gunakan media yang mampu menahan air seperti campuran tanah, pasir, dan kompos.
Penyebab kedua adalah kelebihan air (overwatering). Ciri: daun menguning secara merata, lemas, dan tanah basah berlumut. Akar membusuk karena drainase buruk. Solusi: hentikan penyiraman 3-5 hari, ganti media dengan yang lebih porous (misal: akar pakis + arang). Pastikan pot memiliki lubang drainase cukup. Jika akar sudah busuk, pangkas akar sehat dan tanam ulang.
Penyebab ketiga adalah kekurangan nutrisi, terutama nitrogen. Ciri: daun tua menguning lebih dulu, pertumbuhan kerdil. Pada kemarau, pemupukan sering terlewat. Solusi: beri pupuk organik cair seimbang (N:P:K sekitar 10:10:10) setiap 2 minggu sekali dengan dosis setengah anjuran. Penyebab keempat adalah serangan hama seperti kutu putih atau tungau. Ciri: ada bercak kuning kecil, permukaan daun lengket atau bersarang. Solusi: semprot dengan insektisida nabati (misal: ekstrak daun nimba) atau gunakan predator alami seperti kumbang ladybug. Konsultasi dengan penyuluh untuk jenis hama spesifik.