Penanaman dimulai dengan memotong akar yang terlalu panjang (sisakan sekitar 1/3 panjang asli) dan memangkas cabang yang tidak diinginkan. Letakkan bibit di pot dengan posisi tegak atau miring sesuai desain. Tutup akar dengan media tanam, padatkan perlahan, lalu siram hingga air keluar dari lubang drainase. Tempatkan di lokasi yang teduh selama 1-2 minggu untuk adaptasi. Setelah itu, pindahkan ke tempat dengan sinar matahari langsung minimal 4-6 jam per hari. Penyiraman dilakukan setiap hari saat musim kemarau, dan 2-3 hari sekali saat musim hujan, tergantung kelembaban media.
Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang (15-15-15) dengan dosis setengah dari rekomendasi label. Pemangkasan rutin diperlukan untuk membentuk tajuk: pangkas tunas baru setiap 1-2 bulan sekali, dan lakukan pemangkasan besar pada awal musim kemarau (April-Mei) atau awal musim hujan (Oktober-November). Kawat (wiring) dapat digunakan untuk membentuk cabang, tetapi lepaskan setelah 2-3 bulan agar tidak melukai kulit. Repotting dilakukan setiap 2-3 tahun pada awal musim hujan, dengan memotong 1/3 akar dan mengganti media tanam.
Bonsai tidak dipanen dalam arti biasa, tetapi dinikmati sebagai tanaman hias sepanjang tahun. Indikator bonsai 'siap' adalah struktur tajuk yang rapat, batang kokoh, dan perbandingan tinggi dengan pot yang harmonis (biasanya 1:2 hingga 1:3). Untuk mencapai bentuk ideal, dibutuhkan waktu 3-5 tahun untuk tanaman cepat tumbuh seperti beringin, dan 5-10 tahun untuk tanaman lambat seperti serut. Selalu perhatikan tanda-tanda stres seperti daun menguning atau rontok, yang bisa disebabkan oleh overwatering, kekurangan sinar, atau serangan hama seperti kutu putih atau tungau.