Media tanam yang ideal untuk begonia harus memiliki sifat poros dan kaya akan bahan organik. Campuran antara tanah topsoil, sekam bakar, dan kompos matang dengan perbandingan 1:2:1 sangat direkomendasikan agar air siraman tidak tergenang. Pemupukan berkala dapat dilakukan dengan memberikan pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang setiap 2 minggu sekali pada musim kemarau, dan dikurangi menjadi 1 bulan sekali saat musim hujan tiba untuk mencegah kelebihan garam mineral.
Teknik penyiraman menjadi kunci utama keberhasilan merawat begonia. Siramlah media tanam secara langsung saat lapisan tanah bagian atas setebal 2 hingga 3 cm terasa kering saat disentuh. Pada musim kemarau, frekuensi penyiraman biasanya dilakukan 2 sampai 3 hari sekali, sedangkan pada musim hujan cukup 4 sampai 5 hari sekali. Hindari menyiram langsung ke atas daun berbulu karena genangan air di daun dapat memicu pembusukan akibat serangan jamur patogen.
Perawatan rutin harian mencakup pemangkasan daun yang tua, layu, atau mulai menguning menggunakan gunting stek yang steril seminggu sekali. Putar posisi pot sebesar 90 derajat setiap seminggu sekali agar seluruh sisi tanaman menerima intensitas cahaya secara merata. Langkah ini akan menjaga tajuk begonia tumbuh simetris, rimbun, serta meminimalisir penumpukan kelembapan lokal yang disukai oleh hama kutu putih.