Media tanam yang ideal untuk adenium harus memiliki tingkat porositas tinggi agar air siraman cepat mengalir keluar dan tidak menggenang. Campuran media yang direkomendasikan terdiri dari pasir malang, sekam bakar, dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 2:2:1. Penggunaan pot tanah liat atau plastik yang memiliki 3 sampai 5 lubang drainase di bagian dasar sangat dianjurkan untuk mencegah akumulasi air berlebih di sekitar akar.
Pola penyiraman adenium harus disesuaikan secara ketat dengan dinamika musim tropis di Indonesia. Selama musim kemarau, lakukan penyiraman 1 kali sehari pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB sebanyak 250 hingga 500 ml per pot tergantung ukuran tanaman. Sebaliknya, saat memasuki musim hujan, frekuensi penyiraman dikurangi menjadi 1 hingga 2 kali seminggu, atau bahkan dihentikan sementara jika pot terpapar hujan secara terus-menerus.
Pemupukan berkala dan pemangkasan rutin merupakan kunci penting untuk menjaga kesehatan serta keindahan adenium. Berikan pupuk organik terdekomposisi sempurna sebanyak 1 hingga 2 genggam per pot setiap 2 bulan sekali. Pemangkasan cabang dilakukan 1 hingga 2 kali dalam setahun, terutama pada awal musim kemarau, untuk merangsang pertunasan baru dan membentuk tajuk tanaman yang kompak serta rimbun.