Jika Anda menanam bambu rejeki di media air, ganti air di dalam vas setiap 7 hingga 10 hari sekali untuk mencegah munculnya jentik nyamuk Aedes aegypti, terutama pada musim hujan. Gunakan air sumur yang disaring atau air keran yang telah diendapkan selama 24 jam untuk menurunkan kadar kaporit dan klorin. Untuk media tanah, siram tanaman 2 hingga 3 kali seminggu saat lapisan atas tanah sedalam 2 cm terasa mulai mengering.
Pemupukan rutin diperlukan agar bambu rejeki tidak kerdil dan batangnya tetap kokoh. Berikan pupuk cair organik yang diencerkan hingga seperempat dari dosis normal setiap satu bulan sekali, baik pada media air maupun media tanah. Hindari pemberian pupuk berlebihan karena dapat memicu penumpukan garam mineral yang menyebabkan ujung daun menjadi cokelat dan mengering.
Jaga kebersihan fisik tanaman dengan menyeka permukaan daun menggunakan kain basah yang lembut setiap 2 minggu sekali. Langkah ini bermanfaat untuk membersihkan debu yang menempel sehingga proses fotosintesis berjalan maksimal. Lakukan pula pemangkasan pada batang atau daun yang kuning menggunakan gunting steril agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan tunas baru.