Penanaman wortel dilakukan secara langsung menggunakan benih tanpa proses persemaian terpisah. Karena ukuran benih wortel sangat kecil, campurkan benih dengan pasir kering dengan perbandingan 1 banding 10 agar penyebarannya merata. Taburkan benih pada alur atau garitan dangkal berkedalaman 1 cm dengan jarak antar garitan 20 cm. Tutup benih dengan lapisan halus kompos tipis-tipis, lalu lapisi permukaan bedengan menggunakan jerami kering untuk mempertahankan kelembapan tanah selama 7 hingga 14 hari sampai benih berkecambah.
Pemeliharaan rutin meliputi penjarangan bibit, penyiraman, dan penyiangan gulma. Penjarangan pertama dilakukan saat tanaman berumur 15-20 hari setelah tanam dengan menyisakan jarak 3 cm antar tanaman. Penjarangan kedua dilakukan pada umur 30-35 hari untuk memastikan jarak akhir tanaman menjadi 5-8 cm. Lakukan penyiraman secara teratur 1-2 kali sehari tergantung kondisi cuaca. Penyiangan gulma harus disertai dengan pembumbunan, yaitu menutup pangkal umbi dengan tanah agar tidak terpapar sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan pangkal umbi berwarna hijau dan terasa pahit.
Pemanenan wortel dapat dilakukan saat tanaman memasuki usia 90 hingga 110 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Ciri tanaman siap panen terlihat dari daun bagian bawah yang mulai menguning dan diameter pangkal umbi telah mencapai 2 hingga 3 cm. Siram lahan sehari sebelum panen agar tanah menjadi gembur, kemudian cabut umbi secara perlahan tepat pada pangkal batangnya agar umbi tidak patah di dalam tanah. Potong sisakan daun sekitar 2 cm untuk memperpanjang daya simpan umbi.





