Perbanyakan tanaman bit dilakukan langsung menggunakan biji tanpa perlu dipindahkan dari tempat semai terpisah. Setiap butir benih bit sebenarnya merupakan kelompok biji yang dapat menghasilkan 2 hingga 4 tunas tanaman. Sebelum ditanam, rendam benih dalam air hangat suam-suam kuku selama 4 hingga 6 jam untuk memecah masa dormansi benih. Tanam benih langsung di bedengan atau pot dengan kedalaman 1 hingga 2 cm, berikan jarak antar lubang tanam 10 hingga 15 cm dan jarak antar barisan sekitar 25 hingga 30 cm.
Memasuki umur 2 hingga 3 minggu setelah tanam atau saat tinggi bibit mencapai 5 cm, tindakan penjarangan wajib dilakukan. Sisakan hanya satu bibit paling kuat pada setiap titik tanam agar umbi memiliki ruang yang cukup untuk membesar tanpa berebut nutrisi. Penyiraman dilakukan 1 hingga 2 kali sehari pada musim kemarau untuk menjaga kelembapan tanah tetap stabil. Hindari pemberian pupuk bernitrogen tinggi secara berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan daun yang terlalu rimbun namun pembentukan umbi menjadi terhambat.
Panen umbi bit dapat dilakukan saat tanaman berumur 60 hingga 75 hari setelah tanam, ditandai dengan diameter umbi yang sudah mencapai 5 hingga 7 cm atau seukuran bola tenis. Pemanenan dilakukan dengan merusak sedikit tanah di sekitar umbi lalu mencabut tanaman secara perlahan bersama akarnya. Jangan menunda waktu panen terlalu lama karena umbi bit yang terlalu tua akan bertekstur keras, berkayu, dan rasanya berkurang manis. Di Indonesia, bit dapat dibudidayakan sepanjang tahun dengan perlindungan ekstra dari genangan air pada puncak musim hujan.