Fase pertama: persemaian hingga 30 HST (hari setelah tanam). Pada fase ini, wortel membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk pertumbuhan daun yang optimal. Gunakan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau kompos 5-10 ton/ha. Tambahkan NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha pada saat tanam. Jika menggunakan pupuk tunggal, berikan Urea 100 kg/ha + SP-36 100 kg/ha + KCl 50 kg/ha. Aplikasi dilakukan dengan cara dilarik di samping barisan tanaman sedalam 5-10 cm, lalu ditutup tanah.
Fase kedua: 30-60 HST (fase pembentukan umbi). Pada fase ini, kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) dan kalium (K). Berikan pupuk susulan NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha atau campuran SP-36 75 kg/ha + KCl 100 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal sedalam 10 cm di antara barisan, kemudian disiram. Untuk hasil optimal, lakukan pemupukan kedua ini pada saat tanah lembab, misalnya setelah hujan atau penyiraman.
Fase ketiga: 60 HST hingga panen (80-100 HST). Hentikan pemberian pupuk nitrogen karena dapat menyebabkan umbi bercabang dan rasa pahit. Fokus pada pemeliharaan dengan penyiraman rutin dan pengendalian gulma. Jika diperlukan, berikan pupuk daun yang mengandung P dan K tinggi seminggu sekali hingga 2 minggu sebelum panen. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh 6-8 jam per hari untuk pembentukan umbi optimal.