Fase vegetatif awal pada umur 14 hingga 21 hari setelah tanam memerlukan pasokan hara makro seimbang untuk merangsang pembentukan daun dan akar utama secara optimal. Aplikasi pupuk susulan pertama diberikan bersamaan dengan kegiatan penjarangan tanaman, menggunakan pupuk bersumber nitrogen dan fosfat dosis sedang sekitar 100 kg per hektar yang diaplikasikan berjarak 5 cm di samping barisan tanaman.
Fase pembesaran umbi yang berlangsung pada umur 40 hingga 60 hari setelah tanam membutuhkan asupan kalium lebih tinggi guna menumpuk karbohidrat ke dalam umbi wortel. Pengaplikasian pupuk susulan kedua dengan dominasi unsur kalium dan fosfor diberikan sebanyak 150 kg per hektar untuk mencegah umbi pecah serta meningkatkan intensitas warna jingga alami umbi.
Fase pematangan menjelang panen pada umur 75 hingga 90 hari setelah tanam membutuhkan penghentian pemberian pupuk nitrogen total agar konsentrasi energi tanaman berfokus penuh pada pengerasan jaringan dan peningkatan kadar gula. Penyiraman yang teratur 2 hingga 3 kali seminggu pada musim kemarau dipadukan dengan penyemprotan unsur hara mikro boron lewat daun akan mencegah umbi berongga di bagian tengah sebelum masa panen tiba.





