Panduan Pemupukan Wortel yang Tepat per Fase

Pupuk wortel sesuai fase tumbuh untuk hasil umbi maksimal: dari persemaian hingga panen.

Jawaban singkat

Wortel (Daucus carota) merupakan sayuran umbi yang membutuhkan nutrisi seimbang sepanjang siklus hidupnya. Pemupukan yang tepat per fase sangat menentukan kualitas umbi: bentuk lurus, rasa manis, dan ukuran seragam. Di Indonesia, wortel dapat ditanam sepanjang tahun di dataran tinggi (800-1200 mdpl) dengan suhu 15-21°C. Namun, pada musim hujan perlu perhatian ekstra terhadap drainase agar pupuk tidak tercuci.

Ringkas: Wortel

Cahaya
Penuh (6-8 jam)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan)
Musim
sepanjang-tahun
Tingkat Kesulitan
Sedang

Sangat sensitif terhadap tanah padat dan genangan air.

Fase pertama: persemaian hingga 30 HST (hari setelah tanam). Pada fase ini, wortel membutuhkan nitrogen (N) tinggi untuk pertumbuhan daun yang optimal. Gunakan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 10-15 ton/ha atau kompos 5-10 ton/ha. Tambahkan NPK 15-15-15 sebanyak 200 kg/ha pada saat tanam. Jika menggunakan pupuk tunggal, berikan Urea 100 kg/ha + SP-36 100 kg/ha + KCl 50 kg/ha. Aplikasi dilakukan dengan cara dilarik di samping barisan tanaman sedalam 5-10 cm, lalu ditutup tanah.

Fase kedua: 30-60 HST (fase pembentukan umbi). Pada fase ini, kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) dan kalium (K). Berikan pupuk susulan NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha atau campuran SP-36 75 kg/ha + KCl 100 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal sedalam 10 cm di antara barisan, kemudian disiram. Untuk hasil optimal, lakukan pemupukan kedua ini pada saat tanah lembab, misalnya setelah hujan atau penyiraman.

Fase ketiga: 60 HST hingga panen (80-100 HST). Hentikan pemberian pupuk nitrogen karena dapat menyebabkan umbi bercabang dan rasa pahit. Fokus pada pemeliharaan dengan penyiraman rutin dan pengendalian gulma. Jika diperlukan, berikan pupuk daun yang mengandung P dan K tinggi seminggu sekali hingga 2 minggu sebelum panen. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh 6-8 jam per hari untuk pembentukan umbi optimal.

Langkah-langkah

  1. Lakukan analisis tanah sebelum tanam untuk mengetahui kebutuhan pupuk spesifik lahan.
  2. Berikan pupuk dasar (pupuk kandang/kompos + NPK) saat olah tanah atau saat tanam pada fase persemaian hingga 30 HST.
  3. Berikan pupuk susulan pertama pada fase pembentukan umbi (30-60 HST) dengan dosis P dan K lebih tinggi.
  4. Hentikan pemupukan nitrogen setelah 60 HST, ganti dengan pupuk daun P dan K jika diperlukan, dan panen pada umur 80-100 HST.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk wortel?

Pemupukan dasar dilakukan saat tanam, susulan pertama saat 30 HST, dan hentikan N setelah 60 HST. Lakukan pada pagi atau sore hari saat tanah lembab.

Apa akibat kelebihan pupuk nitrogen pada wortel?

Kelebihan N menyebabkan daun lebat tetapi umbi kecil, bercabang, dan rasa pahit. Juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.

Bisakah wortel ditanam di dataran rendah?

Wortel optimal di dataran tinggi (800-1200 mdpl). Di dataran rendah, umbi cenderung kecil dan bentuknya tidak sempurna karena suhu tinggi.

Apakah perlu pupuk mikro seperti boron?

Ya, boron penting untuk pembentukan umbi. Jika tanah kekurangan B, berikan pupuk borat 10-15 kg/ha saat pemupukan dasar.

Bagaimana cara mengatasi wortel yang umbinya kecil?

Periksa kepadatan tanah (gemburkan), cukupi kebutuhan P dan K, dan pastikan penyiraman merata. Jarak tanam juga perlu diatur (20x10 cm).

Lebih lanjut tentang Wortel

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.