Penyebaran benih bayam membutuhkan ketelitian karena ukurannya yang sangat kecil. Campurkan 1 gram benih bayam dengan 10 gram pasir kering atau tanah halus agar sebaran benih merata di atas bedengan dan tidak menumpuk. Buat garitan dangkal berjarak 10 hingga 15 cm, tebar campuran benih, lalu tutup tipis dengan lapisan tanah halus atau kompos setebal 0,5 cm.
Pengairan dan pemeliharaan harus dilakukan secara konsisten, terutama pada 10 hari pertama setelah semai. Siram tanaman sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00 dan sore hari pukul 16.00, menggunakan gembor berlubang halus agar benih tidak terbilas. Saat tanaman berumur 10 sampai 12 hari setelah tanam, lakukan penjarangan jika populasi terlalu padat sehingga jarak antar tanaman menjadi 5 sampai 10 cm.
Bayam siap dipanen pada umur 20 hingga 30 hari setelah tanam saat tinggi tanaman mencapai 15 sampai 20 cm. Cara memanen dapat dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman beserta akarnya untuk bayam cabut, atau memotong pangkal batang menyisakan 3 cm di atas permukaan tanah untuk bayam petik. Hasil panen sebaiknya segera ditaruh di tempat teduh dan dibasahi sedikit air agar kesegarannya tetap terjaga.






