Penanaman dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) agar tanaman mendapat cukup air. Buat parit sedalam 20-25 cm di atas bedengan, tanam bibit dengan jarak 40-50 cm dalam barisan (single row) atau 30 cm dalam dua baris (double row) dengan jarak antar baris 40 cm. Tutup parit secara bertahap seiring pertumbuhan tanaman hingga setinggi 5-10 cm di atas permukaan bedengan. Pada tahun pertama, jangan panen agar tanaman kuat. Beri pupuk NPK 15-15-15 setiap 2 bulan sebanyak 5-10 gram per tanaman, dan siram 2-3 kali seminggu jika tidak hujan.
Perawatan meliputi penyiangan rutin, pembumbunan (menimbun pangkal batang dengan tanah) setiap 2-3 bulan, dan pemupukan susulan dengan pupuk kandang 5-10 kg/m² setahun sekali. Penyiraman dikurangi saat musim kemarau untuk merangsang dormansi. Hama utama adalah kumbang asparagus (Crioceris asparagi) dan ulat grayak (Spodoptera litura). Pengendalian dilakukan dengan rotasi tanaman, memasang perangkap kuning, dan menyemprotkan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai wangi. Penyakit seperti busuk akar (Fusarium) dicegah dengan drainase baik dan tidak menanam di lahan bekas solanaceae.
Panen dimulai setelah 2-3 tahun, saat rebung (tunas) muncul dan mencapai tinggi 20-25 cm. Potong rebung 2-3 cm di bawah permukaan tanah menggunakan pisau tajam. Panen dilakukan setiap 2-3 hari sekali selama 6-8 minggu pada musim hujan (Januari-Maret). Setelah panen, biarkan tanaman tumbuh menjadi semak untuk menyimpan energi. Pemangkasan semak dilakukan saat mengering (Juni-Agustus). Dengan perawatan baik, asparagus dapat dipanen selama 8-10 tahun. Produktivitas rata-rata 3-5 ton/ha per musim panen.