Pada musim kemarau panjang, kurangnya pasokan air irigasi menjadi pemicu utama layunya tajuk tanaman wortel karena proses transpirasi melebihi penyerapan air oleh akar. Petani perlu menyiram tanaman secara rutin sebanyak satu kali sehari pada pagi hari atau sore hari untuk menjaga kelembapan tanah gembur tanpa membuat media tanam tergenang air. Penggunaan mulsa jerami padi sangat dianjurkan untuk menekan tingkat penguapan air tanah di bawah terik matahari tropis.
Selain faktor kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman seperti larva serangga pemakan akar dan jamur tular tanah dapat memotong suplai air dari akar ke daun. Ciri khas serangan hama biasanya ditandai dengan layu mendadak disertai pangkal batang yang terpotong di dekat permukaan tanah. Sementara itu, serangan jamur ditandai dengan perubahan warna jaringan akar menjadi kecokelatan dan pembusukan yang menyebar secara perlahan ke seluruh bagian tanaman.
Pencegahan dan penanganan dini sangat menentukan keberhasilan panen wortel agar kualitas umbi tetap mulus dan bernilai jual tinggi di pasar lokal. Apabila ditemukan tanaman yang bergejala layu parah akibat infeksi patogen, tindakan cabut dan musnahkan wajib dilakukan agar tidak menular ke tanaman sehat di sekitarnya. Selalu utamakan prinsip PHT dengan menjaga drainase lahan tetap baik dan melakukan pergiliran tanaman bukan sefamili setelah panen selesai.