Selain faktor cuaca kering, serangan cendawan tular tanah seperti Sclerotium rolfsii atau Rhizoctonia solani sering menjadi pemicu utama saat penyiraman dilakukan secara berlebihan di sore hari. Jamur ini menyumbat jaringan pembuluh kayu pada wortel, membuat pasokan air dari akar terhenti total meskipun media tanam terlihat basah dan lembap.
Pengamatan pada sistem perakaran sangat krusial saat melakukan diagnosis; jika ditemukan pembengkakan abnormal atau bintil kecil pada akar cabang, ini menandakan serangan nematoda Meloidogyne spp. Serangan organisme cacing mikroskopis ini mengganggu penyerapan unsur hara dan air hingga 70 persen, yang berakibat pada daun menguning lalu layu permanen dimulai dari daun bagian luar.
Untuk mengantisipasi kerugian panen di musim kemarau, pemberian mulsa jerami setebal 5 sentimeter dan pengaturan jadwal penyiraman intensif sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sangat direkomendasikan. Penanganan yang tepat sesuai hasil diagnosis awal dapat menyelamatkan potensi hasil panen hingga 15 ton per hektar.





