Pilihlah bibit rebung berupa stek batang (rhizome) dari tanaman induk yang sehat, berumur 1-2 tahun, dengan diameter 5-10 cm. Potong stek sepanjang 30-40 cm yang memiliki 2-3 ruas dan mata tunas. Rendam stek dalam larutan pupuk organik cair (misal urine sapi encer 1:10) selama 30 menit sebelum tanam untuk merangsang pertumbuhan akar. Lakukan penanaman di awal musim hujan (Oktober-Desember) agar kelembaban tanah terjaga.
Buat lubang tanam berukuran 50x50x50 cm dengan jarak antar lubang 4-5 meter. Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang matang (10 kg per lubang) dan dolomit (200 gram per lubang) untuk menetralkan pH tanah. Tanam stek secara miring dengan sudut 45 derajat, mata tunas menghadap ke atas. Tutup lubang dengan tanah dan padatkan perlahan. Siram setiap hari selama 2 minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2-3 kali seminggu tergantung curah hujan.
Perawatan rutin meliputi pemupukan setiap 3 bulan dengan pupuk kandang (5 kg per rumpun) dan pupuk NPK 15-15-15 (100 gram per rumpun). Lakukan pemangkasan tunas liar dan daun kering untuk merangsang pertumbuhan rebung. Rebung siap panen saat tinggi 20-30 cm (sekitar 2-3 minggu setelah muncul tunas). Panen dengan memotong rebung di pangkal menggunakan pisau tajam, sisakan 1-2 ruas dari permukaan tanah agar rumpun tetap produktif. Satu rumpun bambu dapat menghasilkan rebung setiap 2-3 bulan sekali sepanjang tahun.