Penyiraman tanaman wortel harus dilakukan secara rutin dan konsisten, terutama pada fase awal pertumbuhan biji hingga umur 30 hari setelah tanam. Frekuensi penyiraman yang disarankan adalah satu kali sehari pada musim kemarau, atau disesuaikan dengan kelembapan tanah agar media tidak pernah kering total yang dapat menyebabkan umbi pecah atau berkayu. Namun, pastikan lahan memiliki drainase yang sangat baik karena genangan air di musim hujan akan memicu pembusukan pada akar dan umbi muda dalam waktu singkat.
Pemeliharaan rutin meliputi penyiangan gulma secara manual menggunakan tangan atau kored setiap dua minggu sekali agar tanaman wortel tidak berebut unsur hara dan sinar matahari. Saat tanaman berusia sekitar 4 hingga 5 minggu, lakukan kegiatan pembumbunan dengan cara menimbun pangkal batang menggunakan tanah sekitar untuk mencegah umbi terpapar sinar matahari yang bisa membuatnya menjadi hijau dan berasa pahit. Berikan tambahan pupuk susulan kaya unsur hara fosfor dan kalium organik pada minggu keempat dan kedelapan untuk merangsang pembesaran umbi secara maksimal.
Wortel umumnya siap dipanen pada umur 90 hingga 120 hari setelah tanam, tergantung pada varietas yang digunakan serta kondisi cuaca setempat selama masa pertumbuhan. Ciri fisik wortel siap panen adalah daun bagian bawah mulai menguning dan ukuran pangkal umbi di permukaan tanah sudah cukup besar serta bulat padat. Proses pemanenan dilakukan pada pagi hari dengan cara melonggarkan tanah di sekitar tanaman menggunakan garpu tanah secara hati-hati, lalu menarik pangkal batangnya perlahan agar umbi tidak patah di dalam tanah.