Kekurangan air terjadi jika tanah terlihat retak dan daun menguning lalu layu, terutama siang hari. Solusinya: siram 2-3 kali sehari (pagi dan sore) dengan volume 5-10 liter per tanaman, dan beri mulsa jerami untuk menahan kelembaban. Jika tanah lembab tapi tetap layu, curigai serangan hama atau penyakit.
Hama ulat tanah (Agrotis ipsilon) memotong batang muda di permukaan tanah, menyebabkan tanaman roboh dan layu. Cari lubang atau ulat di sekitar pangkal batang. Solusinya: kumpulkan ulat secara manual, atau taburkan nematoda entomopatogen. Lalat akar (Delia spp.) menyebabkan larva memakan akar, daun layu permanen. Ciri: akar berlubang. Solusi: tanam brokoli setelah bera 2 minggu, gunakan perangkap kuning.
Penyakit layu bakteri (Xanthomonas campestris) menyebabkan daun menguning dan layu mendadak, dengan lendir bakteri jika batang dipotong. Jamur Fusarium oxysporum menyebabkan layu bertahap, daun menguning dari bawah. Solusi: rotasi tanaman dengan kacang-kacangan minimal 3 tahun, gunakan benih bersertifikat, perbaiki drainase. Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) menyebabkan akar bengkak (puru), tanaman kerdil dan layu. Solusi: tanam marigold sebagai tanaman perangkap, atau beri pupuk kandang matang.