Penyebab kelayuan terbagi menjadi stres lingkungan dan serangan penyakit tular tanah. Penyiraman teratur sebanyak 1 hingga 2 liter air per tanaman yang dilakukan setiap pagi sebelum pukul 08.00 sangat krusial selama musim kemarau. Langkah ini bertujuan menjaga kelembapan tanah berada pada tingkat ideal 60 sampai 70 persen tanpa membuat perakaran tergenang.
Apabila tanaman tetap layu secara permanen dan daun bagian bawah mulai menguning setelah 3 hingga 5 hari penyiraman teratur, kemungkinan besar perakaran telah terinfeksi penyakit akar gada atau layu bakteri. Penggunaan mulsa jerami atau rumput kering setebal 5 hingga 7 cm di atas guludan mampu menekan suhu tanah hingga 3 derajat Celsius lebih dingin sekaligus menjaga kelembapan media tanam.
Langkah sanitasi lahan, rotasi tanaman non-kubis selama 2 hingga 3 musim tanam, serta pengapuran tanah hingga pH mencapai 6.5 sampai 7.0 merupakan kunci utama pencegahan. Dengan manajemen pengairan dan kesehatan tanah yang baik, brokoli dapat kembali segar serta menghasilkan massa bunga berkualitas berdiameter 15 hingga 20 cm.






