Untuk menentukan tindakan yang tepat, lakukan pengamatan waktu layu secara berkala antara pukul 10.00 pagi hingga 14.00 siang. Jika tanaman tampak layu saat terik matahari tetapi kembali segar pada malam atau pagi hari, masalah utamanya adalah stres air akibat penyiraman yang kurang dari 1-2 liter per tanaman per hari. Namun, apabila daun tetap terkulai pada malam hari dan berubah warna menjadi kekuningan dalam kurun waktu 3-5 hari, dipastikan terdapat serangan patogen tanah.
Uji celup potongan batang menjadi metode diagnosis diferensial yang sangat praktis di lapangan. Potong pangkal batang tanaman yang layu sepanjang 5 sentimeter, lalu gantungkan atau celupkan separuh bagian ke dalam gelas transparan berisi air bersih selama 3-5 menit. Jika keluar lelehan benang putih halus seperti asap dari bekas potongan, tanaman positif terinfeksi Layu Bakteri, sedangkan jika air tetap jernih tetapi pembuluh kayu di dalam batang berwarna cokelat kehitaman, infeksi disebabkan oleh Layu Fusarium.
Tindakan sanitasi lahan harus dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejala teridentifikasi untuk mencegah penularan meluas. Cabut tanaman yang terinfeksi parah beserta tanah di sekitar akarnya dengan radius 10 sentimeter, buang jauh dari area lahan, lalu taburkan kapur pertanian sebanyak 50-100 gram per lubang bekas cabutan untuk menetralkan pH tanah dan menekan perkembangan patogen.






