Buncis, Buncis Layu: Penyebab dan Solusi Penanganan
Mustafa Akın / Pexels

Buncis Layu: Penyebab dan Solusi Penanganan

Gejala buncis layu pada musim kemarau dapat disebabkan oleh stres air, infeksi jamur Fusarium, atau serangan bakteri yang memerlukan penanganan berbeda.

Jawaban singkat

Menanam buncis (Phaseolus vulgaris) di Indonesia pada musim kemarau antara bulan April hingga September sering dihadapkan pada masalah daun dan batang yang layu. Kebutuhan air buncis berkisar 3 sampai 4 liter per meter persegi setiap hari pada kondisi terik matahari puncak. Jika pengairan kurang dari frekuensi 2 kali sehari yaitu pagi pukul 06.00 dan sore pukul 16.00, tanaman akan kehilangan turgor sel secara drastis dalam waktu 24 jam.

Ringkas: Buncis

Cahaya
Membutuhkan sinar matahari penuh (minimal 6 jam/hari).
Penyiraman
Siram 2 kali sehari saat kemarau, 1 kali saat hujan. Jaga tanah lembab tapi tidak tergenang.
Musim
Tanam sepanjang tahun, hindari musim hujan deras untuk mengurangi risiko penyakit jamur.
Tingkat Kesulitan
Mudah

Buncis sensitif terhadap genangan air, pastikan drainase baik.

Selain kekeringan, layu pada tanaman buncis dapat disebabkan oleh patogen tanah seperti jamur Fusarium oxysporum atau bakteri Ralstonia solanacearum. Serangan patogen ini marak terjadi ketika suhu tanah meningkat melebihi 30 derajat Celsius di musim kemarau, terutama pada lahan bekas tanaman polong-polongan yang tidak dirotasi selama 2 musim tanam berturut-turut. Kelembapan tanah yang fluktuatif akibat penyiraman tidak teratur makin mempercepat pembusukan berkas pembuluh tanaman.

Kerusakan perakaran akibat uret atau nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) juga sering menjadi pemicu layu yang terabaikan. Populasi nematoda sebanyak 100 ekor per 100 gram tanah sudah mampu merusak 40 persen sistem perakaran aktif buncis umur 15 hingga 30 hari setelah tanam. Akibatnya, penyerapan hara makro seperti nitrogen dan kalium terhenti total sehingga tanaman tidak mampu menopang penguapan daun yang tinggi.

Untuk mengatasi tanaman buncis yang layu secara efektif, petani perlu melakukan langkah pembenahan sanitasi lahan dan pemberian bahan organik sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar saat pengolahan tanah. Aplikasi mulsa jerami setebal 5 sampai 7 centimeter di sekitar piringan tanaman sangat dianjurkan selama musim kemarau untuk menjaga suhu tanah tetap stabil di bawah 28 derajat Celsius serta menekan tingkat penguapan air tanah hingga 50 persen.

Penyebab & Cara Mengatasi

Stres Kekeringan (Kekurangan Air)

Ciri: Layu terjadi serentak di seluruh area lahan pada siang hari dan tampak segar kembali pada malam atau pagi hari. Daun terasa kering dan tidak ada pembusukan pada pangkal batang.

Solusi: Lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, serta pasang mulsa organik setebal 5 cm untuk menjaga kelembapan tanah.

Layu Fusarium (Jamur Fusarium oxysporum)

Ciri: Layu dimulai dari daun bagian bawah lalu meluas ke atas. Cincin pembuluh di dalam batang berwarna cokelat kemerahan saat dibelah, dan tanaman tidak segar kembali di pagi hari.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi, aplikasi agens hayati Trichoderma pada lubang tanam, serta lakukan rotasi tanaman non-legum.

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Tanaman layu sangat cepat secara mendadak saat daun masih hijau segar. Jika batang dibelah dan dicelupkan ke air bersih, keluar lendir putih berupa eksudat bakteri.

Solusi: Musnahkan tanaman sakit, tingkatkan pH tanah hingga 6,5 dengan kapur pertanian, dan hindari genangan atau kelebihan penyiraman.

Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.)

Ciri: Tanaman kerdil, layu saat terik matahari, dan terdapat benjolan atau bintil abnormal yang keras pada sistem perakaran saat dicabut.

Solusi: Berikan bahan organik matang yang dikomposkan sempurna, manfaatkan agens hayati penekan nematoda, dan lakukan rotasi dengan tanaman jagung.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan fisik pada tanaman buncis yang layu dengan membelah bagian pangkal batang dan memeriksa kondisi akar.
  2. Pisahkan tanaman yang layu akibat infeksi patogen bakteri atau jamur dengan cara mencabutnya secara hati-hati beserta tanah di sekitar akar lalu membakarnya di luar area lahan.
  3. Sesuaikan jadwal dan volume penyiraman menjadi 2 kali sehari pada pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 15.00 WIB.
  4. Taburkan kapur pertanian jika pH tanah di bawah 6,0 dan tambahkan kompos matang serta agens hayati Trichoderma di sekitar piringan perakaran tanaman yang sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah buncis yang sudah layu akibat bakteri bisa diselamatkan?

Tanaman buncis yang terinfeksi layu bakteri tidak dapat disembuhkan dan harus segera dicabut serta dimusnahkan agar tidak menulari tanaman sehat lainnya.

Mengapa buncis layu hanya pada siang hari tetapi segar di pagi hari?

Kondisi tersebut menandakan stres kekeringan temporer akibat laju transpirasi daun lebih cepat daripada penyerapan air oleh akar saat suhu udara tinggi.

Berapa pH tanah yang ideal untuk mencegah buncis layu akibat penyakit tanah?

pH tanah ideal untuk buncis berkisar antara 6,0 hingga 6,8. Tanah yang terlalu asam memicu perkembangan jamur patogen Fusarium.

Apakah pupuk kandang mentah bisa menyebabkan buncis layu?

Ya, pupuk kandang yang belum terkompos sempurna memicu panas pada akar serta membawa patogen penyakit yang menyebabkan akar membusuk dan tanaman layu.

Bagaimana cara membedakan bintil akar nitrogen yang sehat dengan puru akar nematoda?

Bintil nitrogen sehat mudah dilepas dan berwarna kemerahan di dalamnya, sedangkan puru nematoda menyatu keras dengan jaringan akar dan tidak berwarna kemerahan.

Lebih lanjut tentang Buncis

Panduan terkait

Tanaman Layu, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.