Tahap penyemaian dilakukan untuk memastikan benih tumbuh seragam dan kuat. Rendam benih timun dalam air hangat selama 2 jam, lalu semai pada polybag kecil atau tray semai berisi kompos halus. Bibit siap dipindahkan ke lahan terbuka atau pot berdiameter 30 cm setelah berumur 7-10 hari atau ketika sudah memiliki 2-3 helai daun sejati dengan jarak tanam 40x50 cm.
Pemasangan turus atau lanjaran bambu setinggi 1,5-2 meter wajib dilakukan saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam (HST). Turus berfungsi menopang batang merambat agar buah tidak menyentuh tanah basah. Lakukan penyiraman secara teratur sebanyak 1-2 liter air per tanaman setiap pagi dan sore hari, terutama saat tanaman memasuki fase pembungaan di umur 25 HST.
Pemupukan susulan diberikan setiap 7 hari sekali menggunakan pupuk organik cair atau NPK yang dilarutkan dalam air. Lakukan pula pemangkasan tunas air pada ruas ke-1 hingga ke-5 untuk memfokuskan pembentukan buah. Panen pertama tanaman timun umumnya dapat dilakukan pada umur 35-40 HST dengan interval pemetikan setiap 2 hari sekali hingga umur 60 HST.






