Benih ditanam langsung 2 biji per lubang dengan kedalaman 1,5-2 cm dan jarak tanam 50x60 cm. Pemasangan lanjaran atau turus bambu setinggi 1,5-2 meter wajib dilakukan saat tanaman berumur 10-14 hari setelah tanam agar batang timun yang merambat mendapatkan sirkulasi udara optimal dan buah tidak membusuk di tanah.
Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 07.00-09.00 dan sore hari pukul 15.30-17.00, terutama pada fase pembungaan dan pembuahan. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair atau pupuk makro seimbang diberikan setiap 7-10 hari sekali mulai minggu kedua setelah tanam.
Timun dapat dipanen pertama kali pada umur 35-40 hari setelah tanam dengan interval pemanenan 2 hari sekali selama 1-1,5 bulan. Petik buah menggunakan gunting steril saat berukuran sedang dengan panjang 15-20 cm di pagi hari sebelum terik matahari untuk menjaga kesegaran dan kerenyahan teksturnya.