Pada fase vegetatif (umur 0-35 hari setelah tanam), tanaman membutuhkan nitrogen tinggi untuk pertumbuhan daun dan batang. Gunakan pupuk NPK dengan kandungan N lebih tinggi, misalnya NPK 30-10-10, dengan dosis 100-150 kg per hektar per minggu. Aplikasikan pupuk dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar akar, lalu siram dengan air. Lakukan pemupukan setiap 7-10 hari sekali selama fase ini.
Memasuki fase generatif (umur 35-60 hari setelah tanam), tanaman membutuhkan lebih banyak fosfor dan kalium untuk pembentukan bunga dan buah. Ganti pupuk menjadi NPK 15-30-15 atau 10-20-20 dengan dosis 150-200 kg per hektar per minggu. Tambahkan juga pupuk kalium sulfat (K2SO4) sebanyak 50-75 kg per hektar untuk meningkatkan kualitas buah. Pemupukan dilakukan setiap 10-14 hari sekali.
Pada fase puncak produksi (umur 60-90 hari setelah tanam), kurangi nitrogen dan tingkatkan kalium. Gunakan pupuk NPK 10-10-30 atau 10-20-30 dengan dosis 100-150 kg per hektar per minggu. Semprotkan pupuk daun yang mengandung boron dan kalsium setiap 2 minggu untuk mencegah buah keropos dan pahit. Hentikan pemupukan 2 minggu sebelum panen terakhir.