Memasuki umur 7 hingga 21 hari setelah tanam pada fase vegetatif, timun membutuhkan asupan nitrogen yang cukup untuk mempercepat pembentukan daun dan pembentukan sulur. Pengocoran pupuk cair atau pupuk makro seimbang dilakukan secara rutin setiap 7 hari sekali dengan volume pengocoran 200 ml larutan pupuk per lubang tanam.
Saat tanaman mulai menginjak umur 25 hingga 35 hari pada fase generatif, fokus pemupukan beralih ke unsur kalium dan kalsium guna merangsang pembungaan serta mencegah kerontokan calon buah. Pemupukan susulan dilakukan selang 5 sampai 7 hari sekali, baik melalui pengocoran ke area perakaran maupun penyemprotan pupuk daun pada pagi hari saat stomata terbuka.
Timun dapat dipanen mulai umur 35 hingga 40 hari dan dipetik setiap 2 hari sekali hingga umur 60 hari. Agar produktivitas tidak anjlok di tengah masa panen, pemupukan susulan tinggi kalium wajib terus diberikan setiap selesai 2 kali pemetikan untuk menjaga ukuran buah tetap seragam dan mencegah bentuk buah membengkok.






