Pertama, periksa kelembaban tanah. Jika tanah kering dan daun menguning dari bawah ke atas, kemungkinan besar karena kekurangan air. Siram secara teratur setiap 2-3 hari, pastikan air meresap hingga 20 cm. Jika tanah lembab tapi daun tetap kuning, curigai serangan tungau atau penyakit layu.
Kedua, amati bagian bawah daun. Bintik kuning kecil dan jaring halus menandakan tungau merah. Semprot dengan air bertekanan tinggi atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak bawang putih. Jika daun menguning disertai layu mendadak, bisa jadi layu bakteri; segera cabut tanaman dan bakar, jangan tanam timun di lahan yang sama selama 2 musim.
Ketiga, periksa unsur hara. Daun muda kuning dengan urat hijau menandakan kekurangan zat besi. Aplikasikan pupuk daun yang mengandung Fe atau beri pupuk kandang matang 2 minggu sekali. Untuk daun tua kuning merata, tambahkan pupuk NPK dengan perbandingan seimbang (misal 16-16-16) sesuai dosis anjuran di kemasan.