Penyakit embun tepung (powdery mildew) muncul sebagai bercak putih tepung di permukaan daun, terutama di bawah daun. Penyebabnya jamur Erysiphe cichoracearum. Ciri khas: tepung putih mudah dihapus, daun menguning lalu gugur. Solusi: tanam varietas tahan (seperti varietas Hercules), atur jarak tanam 40x60 cm agar sirkulasi udara baik, kurangi naungan, dan aplikasikan fungisida berbahan aktif sulfur atau kalium bikarbonat sesuai label. Jangan lupa rotasi tanaman non-Cucurbitaceae minimal 2 tahun.
Penyakit layu bakteri (bacterial wilt) disebabkan bakteri Erwinia tracheiphila, ditularkan kumbang timun (Acalymma vittatum). Gejala: layu mendadak pada satu atau beberapa cabang, daun mengering seperti tersiram air panas, dan jika batang dipotong keluar lendir putih. Ciri pembeda: layu progresif, tidak ada bercak daun. Solusi: kendalikan vektor kumbang timun dengan insektisida berbahan aktif imidakloprid atau spinosad sesuai label, cabut dan bakar tanaman terserang, serta gunakan mulsa plastik perak untuk mengurangi populasi kumbang.
Penyakit antraknosa (Colletotrichum orbiculare) menimbulkan bercak kuning kecoklatan berbentuk bulat atau tidak beraturan dengan tepi gelap dan pusat putih keabu-abuan pada daun, batang, dan buah. Ciri: bercak mengeluarkan getah merah muda saat lembab. Solusi: gunakan benih sehat bersertifikat, lakukan perendaman benih dalam air hangat 50°C selama 20 menit, semprot fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga sesuai label setiap 7-10 hari saat gejala muncul, dan perbaiki drainase lahan.