Pemupukan dilakukan secara rutin. Berikan pupuk dasar NPK 16-16-16 sebanyak 5 gram per tanaman saat tanam. Selanjutnya, pupuk susulan tiap 2 minggu sekali dengan pupuk organik cair (urin sapi yang difermentasi) atau NPK 16-16-16 dosis 5 gram per tanaman. Pada fase berbuah, tambahkan pupuk kalium (KCl) 3 gram per tanaman untuk meningkatkan rasa manis dan kerenyahan buah.
Pemangkasan daun dan sulur penting untuk sirkulasi udara. Pangkas daun tua yang menguning dan sulur yang tidak produktif, sisakan 2-3 cabang utama per tanaman. Lakukan setiap 1-2 minggu sekali menggunakan gunting steril. Jangan memangkas saat hujan untuk mencegah infeksi jamur. Bersihkan gulma di sekitar tanaman minimal seminggu sekali.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara preventif. Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk menekan gulma dan serangan kutu daun. Pasang perangkap kuning lem (20 perangkap per hektar) untuk memonitor hama. Jika ada serangan, semprotkan pestisida nabati (misal ekstrak daun mimba) setiap 5-7 hari. Rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau jagung setiap musim tanam untuk memutus siklus patogen tular tanah.