Terong, Cara Menanam Terong dari Awal Sampai Panen Melimpah
Miya / BY-SA

Cara Menanam Terong dari Awal Sampai Panen Melimpah

Menanam terong dapat dilakukan sepanjang tahun di Indonesia dengan memadukan penyemaian benih yang tepat, pengolahan tanah yang subur, serta perawatan rutin hingga masa panen.

Jawaban singkat

Budidaya terong diawali dengan penyemaian benih pada media campuran tanah, pupuk kandang matang, dan arang sekam berbanding 1:1:1. Semaikan benih sebanyak 1-2 biji per lubang baki semai pada kedalaman 0,5 cm, lalu siram halus 2 kali sehari setiap pagi dan sore selama 10 hingga 14 hari sampai bibit tumbuh dan memiliki 4-5 helai daun sejati.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Lahan tanam dipersiapkan dengan membuat bedengan setinggi 30 cm dan lebar 100 cm, ditambahkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 1-2 kg per meter persegi serta kapur pertanian jika pH tanah di bawah 6. Pindahkan bibit terong yang berumur 25-30 hari ke bedengan dengan jarak tanam 60 x 70 cm pada sore hari untuk mengurangi stres pemindahan.

Pemeliharaan terong membutuhkan penyiraman rutin 1 kali sehari pada musim kemarau dan pembubunan tanah setiap 3 minggu sekali. Berikan pupuk susulan bertahap setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang sebanyak 10 gram per tanaman, serta lakukan perempelan tunas air di bawah cabang utama agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah.

Tanaman terong mulai dapat dipanen pada umur 60 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung varietasnya, dengan interval pemetikan setiap 3 sampai 4 hari sekali. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam saat buah tampak mengkilap dan belum terlalu keras, serta terus berlanjut hingga usia tanaman mencapai 5-6 bulan.

Langkah-langkah

  1. Penyemaian Benih: Rendam benih dalam air hangat selama 2-4 jam, lalu tanam di media semai hingga berdaun 4-5 helai.
  2. Persiapan Bedengan: Buat bedengan setinggi 30 cm, campurkan pupuk kandang 1-2 kg per meter persegi, dan beri jarak antar bedengan.
  3. Penanaman Bibit: Buat lubang tanam dengan jarak 60x70 cm, tanam bibit terong di sore hari, lalu siram hingga tanah lembap.
  4. Pemasangan Turus dan Perempelan: Pasang ajir bambu setinggi 1,5 meter dan pangkas tunas air yang tumbuh di bawah cabang V utama.
  5. Panen Berkala: Petik buah terong menggunakan gunting tiap 3-4 hari sekali saat kulit buah mulus dan mengkilap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama umur produktif tanaman terong hingga perlu diganti?

Tanaman terong dapat terus dipanen secara produktif selama 5 hingga 8 bulan setelah tanam jika pemupukan dan perawatan dilakukan secara konsisten.

Apakah terong bisa ditanam dalam pot atau polybag?

Sangat bisa. Gunakan pot atau polybag berdiameter minimal 40 cm dengan media tanam gembur yang kaya akan bahan organik.

Mengapa buah terong terasa pahit saat dikonsumsi?

Rasa pahit biasanya dipicu oleh pemetikan buah yang sudah terlalu tua atau tanaman mengalami stres kekurangan air saat pembentukan buah.

Bagaimana cara agar tanaman terong bercabang banyak dan berbuah lebat?

Lakukan pemangkasan tunas air di bawah cabang utama (cabang V) dan penuhi kebutuhan unsur kalium serta kalsium saat memasuki masa pembungaan.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.