Lahan tanam dipersiapkan dengan membuat bedengan setinggi 30 cm dan lebar 100 cm, ditambahkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 1-2 kg per meter persegi serta kapur pertanian jika pH tanah di bawah 6. Pindahkan bibit terong yang berumur 25-30 hari ke bedengan dengan jarak tanam 60 x 70 cm pada sore hari untuk mengurangi stres pemindahan.
Pemeliharaan terong membutuhkan penyiraman rutin 1 kali sehari pada musim kemarau dan pembubunan tanah setiap 3 minggu sekali. Berikan pupuk susulan bertahap setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk NPK seimbang sebanyak 10 gram per tanaman, serta lakukan perempelan tunas air di bawah cabang utama agar nutrisi terfokus pada pembentukan buah.
Tanaman terong mulai dapat dipanen pada umur 60 hingga 90 hari setelah tanam, tergantung varietasnya, dengan interval pemetikan setiap 3 sampai 4 hari sekali. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam saat buah tampak mengkilap dan belum terlalu keras, serta terus berlanjut hingga usia tanaman mencapai 5-6 bulan.






