Terong, Daun Terong Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial
Miya / BY-SA

Daun Terong Keriting: Penyebab & Solusi Diagnosis Diferensial

Daun terong keriting di musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan hama pengisap seperti thrips dan tungau, infeksi virus Gemini, atau stres kekeringan.

Jawaban singkat

Memasuki musim kemarau antara bulan April hingga Oktober, petani terong di berbagai wilayah Indonesia sering menghadapi masalah daun terong memelintir dan keriting. Kondisi udara yang kering serta suhu tinggi memicu lonjakan populasi hama pengisap cairan tanaman. Pengamatan rutin harus dilakukan setiap 3 hari sekali pada minimal 10 sampai 15 sampel tanaman per 100 populasi dengan memeriksa permukaan atas dan bawah daun muda.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Memahami diagnosis diferensial sangat krusial agar tindakan pengendalian tidak salah sasaran. Serangan thrips ditandai dengan tepi daun menggulung ke atas disertai bercak keperakan, sedangkan serangan tungau membuat daun menggulung ke bawah dengan permukaan bawah berwarna keperakan atau kecokelatan. Jika keriting disertai warna daun menguning belang (mosaik) dan pertumbuhan kerdil dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari, kemungkinan besar tanaman telah terinfeksi virus Gemini yang ditularkan oleh kutu kebul.

Untuk mengatasi stres lingkungan di musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari yaitu pada pagi hari pukul 06.00 dan sore hari pukul 16.00 dengan volume sekitar 1 hingga 1,5 liter per tanaman. Pemasangan mulsa jerami padi setebal 5 hingga 7 cm di permukaan bedengan sangat efektif menekan penguapan air tanah dan menjaga suhu area perakaran tetap stabil.

Pengendalian hama vektor dapat dimulai secara hayati menggunakan ekstrak daun mimba atau sabun kalium yang disemprotkan secara merata setiap 4 hingga 5 hari sekali. Pemasangan perangkap pelekat kuning sebanyak 40 hingga 50 lembar per hektar atau 2 lembar per 10 meter persegi lahan rumahan efektif menekan populasi kutu kebul dan thrips sebelum memutuskan tindakan kimiawi.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Thrips (Thrips parvispinus)

Ciri: Tepi daun menggulung ke atas, muncul garis atau bercak keperakan di permukaan bawah daun, pucuk daun mengeras.

Solusi: Semprotkan pestisida nabati berbahan mimba, pasang perangkap pelekat warna biru atau kuning, dan jaga kelembapan lahan.

Serangan Tungau Merah (Tetranychus sp.)

Ciri: Daun menggulung ke bawah, permukaan bawah daun berwarna cokelat keemasan, tampak benang halus seperti sarang laba-laba saat kemarau terik.

Solusi: Tingkatkan kelembapan mikro dengan penyiraman tajuk, gunakan racun tungau (akarisida) sesuai anjuran, dan pangkas daun tua yang parah.

Infeksi Virus Gemini / Yellow Leaf Curl

Ciri: Daun keriting, mengerut, menebal, disertai tulang daun menguning tajam atau belang-belang, tanaman menjadi kerdil.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi parah agar tidak menular, kendalikan vektor kutu kebul (Bemisia tabaci) sejak awal tanam.

Stres Kekeringan dan Panas Ekstrem

Ciri: Daun menggulung ke dalam tanpa perubahan warna jadi kuning/keperakan, tanaman layu di siang hari dan segar kembali di pagi hari.

Solusi: Tambahkan mulsa jerami setebal 5-7 cm, tingkatkan frekuensi penyiraman pagi dan sore, serta berikan pupuk kalium untuk ketahanan sel.

Langkah-langkah

  1. Balikkan daun terong yang keriting dan gunakan kaca pembesar untuk mengamati adanya thrips, tungau, atau kutu kebul.
  2. Bandingkan gejala fisik: jika warna daun tetap hijau segar namun menggulung, fokuskan pada perbaikan penyiraman dan pemberian mulsa.
  3. Pangkas dan musnahkan daun atau bagian tanaman yang menunjukkan gejala infeksi virus sistemik agar tidak menular ke tanaman sehat.
  4. Pasang perangkap pelekat kuning di sekitar tajuk tanaman dan aplikasikan agen hayati atau pembenah tanah secara berkala.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun terong yang sudah keriting akibat virus bisa pulih kembali?

Daun yang sudah terinfeksi virus Gemini secara sistemik tidak dapat pulih kembali normal. Fokus tindakan adalah menyelamatkan daun baru dan mencegah penularan ke tanaman lain.

Mengapa gejala daun keriting lebih cepat meluas di musim kemarau?

Musim kemarau mendukung siklus perkembangbiakan hama pengisap seperti thrips dan kutu kebul menjadi lebih singkat, sehingga populasi dan penyebaran virus meningkat drastis.

Apa perbedaan keriting akibat kurang air dengan keriting akibat serangan thrips?

Keriting kurang air membuat daun menggulung melengkung tanpa perubahan warna bercak, dan segar di pagi hari. Serangan thrips membuat daun kaku, tepi menggulung ke atas, dan ada bercak keperakan.

Apakah memotong pucuk yang keriting efisien untuk mencegah penularan?

Pemotongan efisien jika serangan hama baru dimulai pada tingkat lokal. Namun jika disebabkan oleh virus Gemini, pemotongan pucuk tidak menghentikan virus yang sudah ada di dalam jaringan pembuluh.

Kapan waktu terbaik menyemprotkan pestisida nabati untuk mengendalikan kutu daun?

Waktu terbaik adalah pada sore hari setelah pukul 15.30 atau pagi hari sebelum pukul 08.00 agar bahan aktif tidak cepat menguap oleh sinar matahari terik.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Daun Keriting, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.