Pemupukan susulan merupakan kunci utama kesuburan terong di Indonesia. Berikan pupuk organik kaya unsur hara makro seperti kompos matang atau pupuk kandang terfermentasi setiap dua minggu sekali pada fase awal pertumbuhan. Ketika tanaman mulai memasuki fase berbunga, tambahkan nutrisi tambahan yang berfokus pada pembentukan buah dengan frekuensi aplikasi setiap sepuluh hari sekali untuk merangsang produktivitas.
Pemangkasan tunas air dan daun tua yang berada di bawah cabang utama sangat penting untuk memperbaiki sirkulasi udara dan pencahayaan matahari. Sisakan dua hingga tiga cabang produktif utama pada setiap batang pokok agar energi tanaman terfokus pada pembentukan buah yang lebat dan berukuran optimal. Lakukan pemangkasan ini secara rutin menggunakan gunting pangkas yang bersih setiap minggu.
Pemasangan ajir atau penopang dari bilah bambu setinggi satu meter sangat dianjurkan saat tanaman terong memasuki umur empat minggu setelah tanam. Ikat batang utama secara longgar pada ajir agar tanaman tidak rebah ketika menanggung beban buah yang lebat. Perawatan fisik ini juga menjaga buah terong agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang berisiko memicu serangan jamur atau hama.