Terong, Cara Merawat Terong Agar Subur, Lebat, dan Sehat
Miya / BY-SA

Cara Merawat Terong Agar Subur, Lebat, dan Sehat

Kunci utama merawat terong agar berbuah lebat adalah penyiraman yang konsisten, pemupukan susulan berimbang setiap minggu, serta pemangkasan tunas air secara rutin.

Jawaban singkat

Terong membutuhkan pasokan air yang stabil namun tidak tergenang, terutama saat memasuki fase pembungaan pada umur 30-45 hari setelah tanam. Pada musim kemarau, siram tanaman sebanyak 1-2 liter per tanaman setiap pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00. Sebaliknya, pada musim hujan, cukup siram jika permukaan tanah mulai mengering setebal 2 cm dan pastikan saluran drainase di sekitar bedengan lancar agar sistem perakaran tidak mengalami pembusukan.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Pemupukan susulan secara berkala sangat menentukan jumlah dan mutu buah terong yang dihasilkan. Berikan pupuk organik cair atau pupuk NPK berimbang dengan metode kocor di sekeliling piringan tanaman setiap 7-10 hari sekali mulai umur 14 hari setelah tanam. Saat tanaman mulai membentuk bakal bunga, tingkatkan pemupukan dengan unsur Kalium dan Fosfat tinggi untuk memperkuat tangkai bunga serta mencegah kerontokan bakal buah.

Pemangkasan atau perempelan tunas air di bawah cabang utama (cabang Y) wajib dilakukan secara berkala setiap 2 minggu sekali. Menyisaakan 2-3 cabang utama akan mengoptimalkan sirkulasi udara dan penyerapan intensitas cahaya matahari secara merata. Langkah ini juga efektif mengurangi kelembapan mikro di sekitar pangkal batang yang sering menjadi pemicu utama serangan jamur saat musim hujan.

Pemasangan ajir atau lanjaran bambu setinggi 1,5 meter sebaiknya dilakukan saat tanaman berumur 2-3 minggu sebelum perakaran meluas. Ikat batang utama menggunakan tali secara melingkar membentuk angka delapan agar jaringan batang tidak robek saat menopang beban buah yang berat. Selain itu, lakukan penyiangan gulma di sekitar piringan tanaman setiap 3 minggu sekali untuk mencegah perebutan nutrisi tanah.

Langkah-langkah

  1. Lakukan penyiraman teratur sebanyak 1-2 liter per tanaman setiap pagi hari sesuai tingkat kelembapan tanah.
  2. Berikan pupuk susulan dengan metode kocor setiap 7-10 hari sekali, sesuaikan jenis nutrisi dengan fase vegetatif atau generatif.
  3. Rempel tunas air di bawah cabang utama Y dan pangkas daun tua yang mulai menguning atau bersentuhan dengan tanah.
  4. Pasang ajir bambu setinggi 1,5 meter dan lakukan penyiangan gulma di sekitar perakaran tanaman secara berkala.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama tanaman terong bisa terus dipanen?

Tanaman terong dapat terus dipanen secara produktif hingga umur 5-6 bulan dengan frekuensi pemetikan setiap 3-4 hari sekali jika nutrisi dan perawatannya terjaga.

Mengapa cabang di bawah huruf Y pada terong harus dibuang?

Tunas air di bawah cabang Y menyerap nutrisi cukup banyak namun jarang menghasilkan buah yang optimal, sehingga pemangkasan memfokuskan nutrisi ke buah utama.

Apakah tanaman terong bisa dirawat dengan baik di dalam pot atau polybag?

Bisa, gunakan wadah atau polybag dengan diameter minimal 40 cm dan gunakan media tanam yang gembur campuran tanah, kompos, serta arang sekam.

Bagaimana cara merawat tanah di sekitar terong agar tidak keras?

Lakukan pendangiran atau pembumbunan tanah secara perlahan di luar radius tajuk tanaman setiap 4 minggu sekali sambil membersihkan gulma.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Perawatan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.