Fase vegetatif berlangsung dari umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam (MST), di mana tanaman terong membutuhkan pasokan Nitrogen dan Posfor yang cukup tinggi. Lakukan pemupukan susulan dengan cara dikocor menggunakan larutan pupuk NPK seminggu sekali dengan dosis sekitar 200 ml per lubang tanam. Pemberian pupuk cair ini mempercepat pembentukan cabang produktif dan memperluas area perakaran tanaman.
Memasuki fase generatif pada umur 5 MST hingga masa panen berakhir, porsi pemupukan diubah fokusnya ke unsur Kalium dan Kalsium untuk memicu pembungaan dan pembentukan buah. Pengocoran dilakukan rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali sebanyak 250 ml per tanaman, idealnya diberikan tepat setelah kegiatan pemetikan buah. Unsur Kalium yang cukup akan menghasilkan buah terong yang mengkilap, berbobot, dan tidak mudah busuk.
Penyesuaian pemupukan perlu memperhatikan kondisi musim di wilayah Indonesia. Saat musim hujan, kurangi porsi pupuk Nitrogen agar batang terong tidak terlalu sukulen dan rentan serangan penyakit jamur, serta tingkatkan pemberian Kalsium untuk memperkuat dinding sel. Sebaliknya pada musim kemarau, tingkatkan volume penyiraman sebelum dan sesudah pemupukan agar penyerapan hara oleh akar tetap berjalan optimal tanpa risiko stres kekeringan.






