Terong, Panduan Lengkap Pemupukan Terong yang Tepat per Fase Tumbuh
Miya / BY-SA

Panduan Lengkap Pemupukan Terong yang Tepat per Fase Tumbuh

Pemupukan terong yang berimbang sesuai fase vegetatif dan generatif sangat menentukan ketebalan buah serta produktivitas panen berkelanjutan.

Jawaban singkat

Pemupukan terong diawali dengan pemberian pupuk dasar pada saat pengolahan tanah atau 7 sampai 10 hari sebelum bibit ditanam. Campurkan pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kg per lubang tanam atau sekitar 10 hingga 15 ton per hektar, ditambah pupuk NPK seimbang secukupnya untuk merangsang pertumbuhan awal akar. Pengolahan tanah yang matang ini sangat vital baik di musim kemarau maupun musim hujan agar struktur tanah gembur dan siap menampung hara.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Fase vegetatif berlangsung dari umur 1 hingga 4 minggu setelah tanam (MST), di mana tanaman terong membutuhkan pasokan Nitrogen dan Posfor yang cukup tinggi. Lakukan pemupukan susulan dengan cara dikocor menggunakan larutan pupuk NPK seminggu sekali dengan dosis sekitar 200 ml per lubang tanam. Pemberian pupuk cair ini mempercepat pembentukan cabang produktif dan memperluas area perakaran tanaman.

Memasuki fase generatif pada umur 5 MST hingga masa panen berakhir, porsi pemupukan diubah fokusnya ke unsur Kalium dan Kalsium untuk memicu pembungaan dan pembentukan buah. Pengocoran dilakukan rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali sebanyak 250 ml per tanaman, idealnya diberikan tepat setelah kegiatan pemetikan buah. Unsur Kalium yang cukup akan menghasilkan buah terong yang mengkilap, berbobot, dan tidak mudah busuk.

Penyesuaian pemupukan perlu memperhatikan kondisi musim di wilayah Indonesia. Saat musim hujan, kurangi porsi pupuk Nitrogen agar batang terong tidak terlalu sukulen dan rentan serangan penyakit jamur, serta tingkatkan pemberian Kalsium untuk memperkuat dinding sel. Sebaliknya pada musim kemarau, tingkatkan volume penyiraman sebelum dan sesudah pemupukan agar penyerapan hara oleh akar tetap berjalan optimal tanpa risiko stres kekeringan.

Langkah-langkah

  1. Aplikasi Pupuk Dasar: Campurkan pupuk kandang terfermentasi dan pupuk dasar pada media/lubang tanam 7-10 hari sebelum bibit terong dipindahkan.
  2. Pemupukan Vegetatif (1-4 MST): Kocorkan larutan pupuk NPK dengan konsentrasi encer sebanyak 200 ml per tanaman setiap 7 hari sekali.
  3. Pemupukan Pembungaan (5-6 MST): Tambahkan porsi Kalium dan kurangi Nitrogen saat muncul calon bunga pertama untuk mencegah kerontokan.
  4. Pemupukan Masa Panen (7 MST dan seterusnya): Kuncurkan pupuk susulan tinggi Kalium secara berkala setiap selesai pemetikan buah (7-10 hari sekali).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bolehkah menyemprotkan pupuk daun saat tanaman terong sedang berbunga lebat?

Sebaiknya hindari menyemprot langsung ke bagian mahkota bunga yang sedang mekar agar tidak mengganggu proses penyerbukan. Fokuskan pemupukan melalui kocor akar.

Apa tanda utama tanaman terong kekurangan unsur Kalium saat berbuah?

Tanda utamanya adalah pinggiran daun tua menguning lalu mengering seperti terbakar, serta bentuk buah terong menjadi kecil, tidak simetris, atau bengkok.

Berapa interval pemupukan terong yang ideal selama masa panen berlangsung?

Pemupukan susulan idealnya dilakukan rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali, paling bagus diberikan sehari setelah panen buah.

Mengapa pupuk kandang harus benar-benar matang sebelum digunakan pada terong?

Pupuk kandang yang belum matang masih mengalami proses fermentasi yang menghasilkan panas dan gas amoniak, yang dapat membakar akar muda terong.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.