Curah hujan yang tinggi meningkatkan kelembapan tanah secara drastis, menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi patogen tular tanah untuk berkembang biak. Ketika tanah tidak mampu mengalirkan air dengan cepat, air hujan akan menggenang di sekitar pangkal batang terong selama lebih dari 24 jam. Genangan ini merusak jaringan epidermis akar, membuka jalan bagi spora jamur untuk masuk dan menginfeksi jaringan vaskular tanaman. Akibatnya, penyerapan air dan unsur hara terhenti total, menyebabkan tanaman layu permanen dan mati.
Untuk mencegah dan mengatasi masalah busuk akar ini, langkah perbaikan fisik pada lahan merupakan prioritas utama yang harus segera dikerjakan. Pembuatan bedengan dengan ketinggian minimal 30 sentimeter dan pembuatan parit drainase keliling yang dalam akan membantu mengalirkan kelebihan air hujan menjauhi zona perakaran. Selain itu, pemberian bahan organik yang telah matang sempurna di sekitar pangkal batang dapat memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan populasi mikroorganisme baik yang menekan patogen jahat.
Apabila tanaman terong sudah menunjukkan gejala busuk akar tingkat lanjut, tindakan eradikasi atau pencabutan tanaman terinfeksi wajib dilakukan agar tidak menular ke tanaman sehat. Lubang bekas tanaman yang sakit harus ditaburi kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah dan menekan perkembangan spora jamur di dalam tanah. Petani juga dianjurkan menerapkan rotasi tanaman dengan komoditas dari famili berbeda pada musim berikutnya untuk memutus siklus hidup patogen tular tanah di lahan tersebut.