Untuk mendiagnosis masalah ini secara tepat, kita perlu memeriksa kondisi fisik akar secara langsung dengan membongkar pangkal batang tanaman yang bergejala. Akar terong yang sehat seharusnya berwarna putih bersih dan kokoh, sedangkan akar yang terserang penyakit menunjukkan perubahan warna menjadi cokelat tua hingga hitam, berbau tidak sedap, dan kulit ari akarnya mudah terkelupas. Proses pembusukan ini merusak jaringan xilem dan floem, sehingga pasokan air dan unsur hara dari tanah terhenti total menuju daun dan buah.
Pencegahan busuk akar terong paling efektif dilakukan sejak tahap pengolahan lahan sebelum musim hujan mencapai puncaknya. Pembuatan bedengan dengan tinggi minimal 30 sentimeter dan penambahan saluran drainase yang baik di sekitar kebun terbukti mampu menurunkan risiko genangan air secara signifikan. Selain itu, pemberian pupuk organik yang sudah matang sempurna dan pengapuran tanah dengan kapur pertanian secara rutin dapat membantu menaikkan pH tanah serta menekan populasi jamur patogen di dalam tanah.
Jika serangan busuk akar sudah telanjur meluas di lahan pertanian Anda, tindakan eradikasi atau pencabutan tanaman yang parah harus segera dilakukan agar tidak menular. Tanaman yang sakit wajib dibakar atau dikubur jauh dari area budidaya untuk memutus siklus penularan spora jamur di dalam tanah. Untuk pemulihan tanaman yang masih bergejala ringan, lakukan penggemburan tanah di sekitar perakaran secara hati-hati agar aerasi udara meningkat, lalu aplikasikan agens hayati sesuai anjuran petugas penyuluh lapangan setempat.






