Akar Terong Busuk: Penyebab dan Solusi Praktis

Busuk akar pada tanaman terong di musim hujan disebabkan oleh infeksi jamur tanah atau genangan air yang merusak sistem perakaran.

Jawaban singkat

Budidaya terong di musim hujan sering kali menghadapi tantangan berat berupa pembusukan akar yang menurunkan produktivitas secara drastis. Gejala awal biasanya terlihat dari daun terong yang layu pada siang hari meskipun tanah di sekitar perakaran tampak cukup basah atau bahkan tergenang. Kondisi drainase yang buruk menjadi pemicu utama karena suplai oksigen ke dalam tanah terhambat, membuat akar mudah membusuk. Petani di seluruh wilayah Indonesia perlu mengenali gejala ini sejak dini sebelum meluas ke seluruh populasi tanaman di lahan.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Curah hujan yang tinggi meningkatkan kelembapan tanah secara drastis, menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi patogen tular tanah untuk berkembang biak. Ketika tanah tidak mampu mengalirkan air dengan cepat, air hujan akan menggenang di sekitar pangkal batang terong selama lebih dari 24 jam. Genangan ini merusak jaringan epidermis akar, membuka jalan bagi spora jamur untuk masuk dan menginfeksi jaringan vaskular tanaman. Akibatnya, penyerapan air dan unsur hara terhenti total, menyebabkan tanaman layu permanen dan mati.

Untuk mencegah dan mengatasi masalah busuk akar ini, langkah perbaikan fisik pada lahan merupakan prioritas utama yang harus segera dikerjakan. Pembuatan bedengan dengan ketinggian minimal 30 sentimeter dan pembuatan parit drainase keliling yang dalam akan membantu mengalirkan kelebihan air hujan menjauhi zona perakaran. Selain itu, pemberian bahan organik yang telah matang sempurna di sekitar pangkal batang dapat memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan populasi mikroorganisme baik yang menekan patogen jahat.

Apabila tanaman terong sudah menunjukkan gejala busuk akar tingkat lanjut, tindakan eradikasi atau pencabutan tanaman terinfeksi wajib dilakukan agar tidak menular ke tanaman sehat. Lubang bekas tanaman yang sakit harus ditaburi kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah dan menekan perkembangan spora jamur di dalam tanah. Petani juga dianjurkan menerapkan rotasi tanaman dengan komoditas dari famili berbeda pada musim berikutnya untuk memutus siklus hidup patogen tular tanah di lahan tersebut.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Fusarium oxysporum

Ciri: Akar berubah warna menjadi cokelat gelap hingga hitam, jaringan korteks akar mudah terkelupas, dan terdapat garis kecokelatan pada batang bagian dalam jika dibelah.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman sakit, perbaiki drainase lahan agar tidak lembap, serta aplikasikan agens hayati Trichoderma sp. pada area perakaran secara rutin.

Genangan Air dan Kekurangan Oksigen

Ciri: Akar membusuk merata tanpa ada lendir berbau busuk, tanah sangat padat dan basah, serta tanaman layu serentak setelah hujan lebat terus-menerus.

Solusi: Buat parit drainase darurat di sekitar bedengan untuk membuang air, gemburkan tanah di sekitar tanaman secara hati-hati, dan buat bedengan lebih tinggi pada musim hujan berikutnya.

Infeksi Bakteri Ralstonia solanacearum

Ciri: Layu terjadi sangat cepat, pangkal batang jika dipotong dan dicelupkan ke dalam air jernih akan mengeluarkan cairan putih keruh seperti susu.

Solusi: Sanitasi alat pertanian, hindari melukai akar saat penyiangan gulma, dan berikan kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah di atas netral.

Langkah-langkah

  1. Amati kondisi fisik tanaman terong secara berkala setiap pagi terutama setelah terjadi hujan lebat semalaman.
  2. Periksa kesehatan akar dengan menggali secara hati-hati pada sampel tanaman yang menunjukkan gejala layu awal.
  3. Buat parit drainase baru di sekeliling bedengan jika ditemukan genangan air yang mengancam sistem perakaran.
  4. Lakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman terong yang sudah mati akibat busuk akar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah terong yang terserah busuk akar masih bisa diselamatkan?

Jika tingkat keparahan akar yang membusuk sudah melebihi 50 persen, tanaman sangat sulit diselamatkan dan lebih baik dicabut untuk mencegah penularan.

Kapan waktu paling rawan terjadinya busuk akar pada terong?

Waktu paling rawan adalah pada puncak musim hujan ketika intensitas curah hujan tinggi dan drainase lahan tidak mampu menampung volume air.

Apakah penggunaan pupuk kandang mentah bisa memicu busuk akar?

Ya, pupuk kandang yang belum matang sempurna dapat memancing aktivitas jamur patogen dan menghasilkan panas yang merusak akar muda terong.

Bagaimana cara membedakan layu Fusarium dan layu Bakteri pada terong?

Layu Fusarium ditandai akar busuk cokelat dan kulit akar terkelupas, sedangkan layu bakteri ditandai keluarnya cairan putih keruh dari batang yang dipotong.

Apakah mulsa plastik efektif mencegah busuk akar terong?

Sangat efektif karena mulsa mencegah air hujan langsung membasahi dan memadatkan tanah di sekitar pangkal batang terong.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.