Penyakit Terong: Gejala & Cara Mengobati

Kenali penyakit utama terong di musim hujan dan cara mengatasinya secara tepat.

Jawaban singkat

Musim hujan di Indonesia (Oktober-Maret) menjadi masa rawan bagi tanaman terong karena kelembaban tinggi memicu berbagai penyakit. Dua penyakit yang paling sering menyerang adalah layu bakteri dan antraknosa. Layu bakteri disebabkan oleh Ralstonia solanacearum yang menyerang pembuluh, sementara antraknosa disebabkan jamur Colletotrichum yang menyerang buah. Gejala awal sering mirip, sehingga diagnosis tepat sangat penting.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Layu bakteri ditandai dengan layu mendadak pada daun muda di siang hari, lalu pulih saat sore. Jika batang dipotong, akan keluar lendir bakteri berwarna putih susu. Penyakit ini menyebar melalui air dan tanah. Antraknosa menunjukkan bercak coklat kehitaman pada buah yang membusuk dan mengerut. Pada daun, muncul bercak kuning kecil yang membesar. Jamur ini menyebar melalui percikan air hujan.

Untuk mengatasi layu bakteri, lakukan rotasi tanaman dengan non-solanaceae (padi, jagung) minimal 2 musim. Cabut dan bakar tanaman sakit, jangan kompos. Perbaiki drainase dengan bedengan tinggi (30-40 cm). Untuk antraknosa, aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Lakukan pemangkasan daun bawah untuk mengurangi kelembaban. Panen buah segera setelah matang.

Pencegahan lebih baik: gunakan benih sehat dan varietas tahan (misal Antaboga-1). Sterilkan media semai dengan penguapan atau fungisida nabati (ekstrak serai wangi). Jangan menyiram dari atas, gunakan irigasi tetes atau parit. Pantau tanaman setiap hari, terutama setelah hujan. Bila gejala muncul, segera isolasi tanaman sakit dan konsultasi ke BPP setempat untuk diagnosis lebih lanjut.

Penyebab & Cara Mengatasi

Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

Ciri: Layu mendadak pada siang hari, pulih sore, potong batang keluar lendir putih.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman sakit, rotasi tanaman non-solanaceae, perbaiki drainase.

Antraknosa (Colletotrichum spp.)

Ciri: Bercak coklat kehitaman pada buah, busuk kering, bercak kuning pada daun.

Solusi: Fungisida berbahan tembaga, pangkas daun bawah, panen tepat waktu.

Bercak Daun Cercospora

Ciri: Bercak bulat kecil coklat dengan tepi kuning pada daun, daun menguning dan gugur.

Solusi: Fungisida mankozeb, jarak tanam longgar, hindari kelembaban tinggi.

Langkah-langkah

  1. Amati gejala setiap pagi dan sore, catat pola layu dan bagian yang terserang.
  2. Potong batang atau buah sakit untuk melihat tanda spesifik (lendir, bercak).
  3. Terapkan pengendalian sesuai diagnosis: cabut tanaman layu bakteri, semprot fungisida untuk antraknosa.
  4. Lakukan pencegahan: rotasi tanaman, drainase baik, benih sehat, dan sanitasi lahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan layu bakteri dan layu fusarium pada terong?

Layu bakteri menunjukkan lendir saat batang dipotong, sedangkan layu fusarium menunjukkan warna coklat pada pembuluh tanpa lendir. Fusarium lebih sering pada musim kemarau.

Bisakah antraknosa menular ke tanaman lain?

Ya, antraknosa dapat menyerang cabai, tomat, dan kacang-kacangan. Jangan tanam tanaman tersebut berdekatan atau berturutan dengan terong.

Apakah varietas terong lokal lebih tahan penyakit?

Beberapa varietas lokal seperti Terong Bogor dan Terong Medan memiliki ketahanan sedang terhadap layu bakteri, namun tetap perlu rotasi dan sanitasi.

Bagaimana cara mengatasi penyakit busuk buah pada terong?

Busuk buah bisa disebabkan antraknosa atau bakteri. Potong buah sakit, semprot fungisida tembaga, dan perbaiki drainase. Jangan menyiram daun.

Kapan waktu terbaik menyemprot fungisida untuk terong?

Semprot pada pagi hari (06.00-09.00) atau sore hari (16.00-18.00) saat tidak hujan. Ulangi setiap 7-10 hari jika gejala masih muncul.

Apakah pupuk kandang bisa menularkan penyakit?

Pupuk kandang yang belum matang bisa mengandung patogen. Gunakan pupuk kandang yang sudah dikomposkan minimal 3 bulan, atau sterilisasi dengan panas.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.