Layu bakteri ditandai dengan layu mendadak pada daun muda di siang hari, lalu pulih saat sore. Jika batang dipotong, akan keluar lendir bakteri berwarna putih susu. Penyakit ini menyebar melalui air dan tanah. Antraknosa menunjukkan bercak coklat kehitaman pada buah yang membusuk dan mengerut. Pada daun, muncul bercak kuning kecil yang membesar. Jamur ini menyebar melalui percikan air hujan.
Untuk mengatasi layu bakteri, lakukan rotasi tanaman dengan non-solanaceae (padi, jagung) minimal 2 musim. Cabut dan bakar tanaman sakit, jangan kompos. Perbaiki drainase dengan bedengan tinggi (30-40 cm). Untuk antraknosa, aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label. Lakukan pemangkasan daun bawah untuk mengurangi kelembaban. Panen buah segera setelah matang.
Pencegahan lebih baik: gunakan benih sehat dan varietas tahan (misal Antaboga-1). Sterilkan media semai dengan penguapan atau fungisida nabati (ekstrak serai wangi). Jangan menyiram dari atas, gunakan irigasi tetes atau parit. Pantau tanaman setiap hari, terutama setelah hujan. Bila gejala muncul, segera isolasi tanaman sakit dan konsultasi ke BPP setempat untuk diagnosis lebih lanjut.