Kekurangan unsur hara makro seperti nitrogen dan magnesium adalah pemicu klasik daun menguning. Defisiensi nitrogen ditandai dengan daun tua di bagian bawah yang menguning merata mulai dari tulang daun, sedangkan defisiensi magnesium menyebabkan gejala klorosis interveinal, yaitu area di antara tulang daun menguning sementara tulang daun tetap hijau. Pemberian pupuk organik cair setiap 7 sampai 10 hari sekali sangat membantu memulihkan kondisi ini.
Serangan hama pengisap sel seperti tungau merah dan kutu kebul marak terjadi saat udara kering di musim kemarau. Hama ini merusak jaringan klorofil sehingga daun tampak berbintik kuning pucat, melengkung ke atas, dan akhirnya mengering. Monitoring populasi hama wajib dilakukan minimal 2 kali seminggu pada pagi hari di balik permukaan daun.
Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, petani terong perlu memadukan penyiraman teratur sebanyak 1 hingga 2 liter per lubang tanam setiap pagi, pemberian mulsa jerami setebal 5 cm untuk menjaga kelembapan, serta aplikasi pupuk berunsur N tinggi. Tindakan pencegahan yang konsisten dalam 14 hari pertama gejala muncul dapat menyelamatkan hingga 80 persen potensi hasil panen.






