Penyebab pertama yang paling sering ditemui adalah defisiensi hara esensial seperti nitrogen, magnesium, atau besi akibat pencucian hara atau keterbatasan penyerapan air. Selain itu, kondisi kering dan panas di musim kemarau menjadi habitat ideal bagi hama kecil pengisap cairan daun yang menguras nutrisi seluler. Infeksi patogen tular tanah juga dapat menyumbat jaringan pembuluh air, sehingga daun terong menguning secara bertahap dari bagian bawah ke atas.
Untuk mengatasi daun terong menguning secara efektif, lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi hari dengan volume 1 hingga 2 liter per tanaman dewasa setiap hari untuk menjaga kelembapan tanah di musim kemarau. Berikan tambahan pupuk organik matang sebanyak 1 kilogram per rumpun setiap bulan untuk memperbaiki struktur tanah dan kapasitas tukar kation. Lakukan pemangkasan pada daun yang sudah menguning parah agar nutrisi terfokus pada pertumbuhan tunas dan buah yang sehat.
Pencegahan jangka panjang meliputi penerapan rotasi tanaman dari bukan golongan Solanaceae selama minimal satu musim untuk memutus siklus patogen di dalam tanah. Gunakan mulsa plastik hitam perak atau jerami setebal 5 sentimeter untuk menekan penguapan air tanah dan mengurangi pantulan hama dari permukaan tanah. Dengan pemantauan rutin setiap tiga hari sekali, kesehatan tanaman terong dapat terjaga dan produktivitas buah tetap optimal sepanjang musim kemarau.