Terong, Hama Tanaman Terong dan Cara Pengendaliannya
Miya / BY-SA

Hama Tanaman Terong dan Cara Pengendaliannya

Serangan hama pada tanaman terong dapat dikenali secara akurat melalui gejala fisik pada daun dan buah untuk menentukan langkah pengendalian yang tepat.

Jawaban singkat

Budidaya terong di Indonesia menghadapi tantangan serangan hama yang tinggi sepanjang tahun, baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Pengamatan rutin terhadap tanaman sekurang-kurangnya 2 kali seminggu sangat penting untuk mendeteksi gejalanya secara dini. Luas lahan terong perlu diperiksa secara acak pada 10 hingga 15 tanaman sampel guna memastikan populasi hama masih di bawah ambang batas ekonomi.

Ringkas: Terong

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam per hari
Penyiraman
Sedang, siram 1-2 kali sehari
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat cocok untuk pemula yang memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah.

Pada musim kemarau, kelompok hama penghisap seperti kutu kebul dan thrips berkembang sangat cepat. Hama ini menyerap cairan sel daun serta menularkan Gemini virus yang menyebabkan penyakit daun kuning keriting. Jika tidak dikendalikan dalam rentang waktu 14 hingga 21 hari sejak gejala awal muncul, potensi kehilangan hasil panen dapat mencapai lebih dari 60 persen akibat pertumbuhan tanaman terhenti.

Memasuki awal musim hujan, ancaman bergeser ke hama pengunyah dan penggerek, seperti kumbang Epilachna dan ulat penggerek buah. Hama penggerek menyerang buah muda berusia 20 hingga 30 hari setelah tanam, meninggalkan lubang kecil yang berujung pada kebusukan internal. Sanitasi kebun yang buruk dan tumpukan sisa tanaman tua akan mempercepat penyebaran hama ini hingga ke seluruh areal pertanaman.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi pendekatan utama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pemasangan perangkap pelekat kuning sebanyak 15 hingga 20 lembar per hektar serta pemangkasan daun tua setinggi 20 hingga 30 centimeter dari permukaan tanah terbukti efektif mengurangi kelembapan mikro dan menekan populasi hama sasaran tanpa merusak ekosistem lahan.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kumbang Daun Terong (Epilachna sp.)

Ciri: Daun melubang transparan hingga tersisa tulang daun menyerupai jaring atau kerangka.

Solusi: Kutip kumbang dan larva secara manual pada pagi hari, lalu musnahkan daun yang terinfeksi berat.

Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Ciri: Terdapat serangga putih kecil di balik daun, muncul embun jelut hitam, dan daun perlahan menguning memelintir.

Solusi: Pasang perangkap pelekat kuning dan semprotkan larutan sabun kalium atau pestisida nabati minyak mimba.

Ulat Penggerek Buah (Helicoverpa armigera)

Ciri: Buah terong berlubang, mengeluarkan kotoran cokelat kehitaman, dan buah membusuk dari dalam.

Solusi: Petik dan buang buah yang terlanjur berlubang, lalu manfaatkan agens hayati Bacillus thuringiensis.

Penggorok Daun (Liriomyza sp.)

Ciri: Muncul alur garis-garis putih meliuk-liuk pada permukaan daun menyerupai peta.

Solusi: Pangkas daun yang bergejala awal dan semprotkan ekstrak daun kipahit atau tanaman refugia di sekitar kebun.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemangkasan daun tua dan cabang air pada bagian bawah tanaman hingga ketinggian 20-30 cm dari tanah untuk memutus akses naik hama.
  2. Pasang perangkap pelekat kuning (yellow sticky trap) sebanyak 15-20 unit per hektar untuk memantau dan menangkap hama penghisap dewasa.
  3. Semprotkan pestisida nabati berbahan dasar ekstrak daun mimba atau serai wangi secara merata ke seluruh bagian tanaman setiap 5-7 hari sekali.
  4. Cabut dan bakar atau kubur tanaman yang menunjukkan gejala infeksi virus sistemik parah agar tidak menular ke tanaman yang sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa daun terong berlubang seperti jaring-jaring halus?

Gejala tersebut menandakan serangan kumbang Epilachna yang memakan jaringan hijau daun dan menyisakan tulang daun.

Bagaimana cara mencegah buah terong berlubang dan membusuk sebelum dipanen?

Lakukan pembungkusan buah muda, perbaiki sanitasi lahan dari sisa tanaman busuk, serta gunakan perangkap feromon untuk menangkap ngengat dewasa.

Apakah pestisida nabati aman digunakan saat tanaman terong mendekati masa panen?

Ya, pestisida nabati relatif aman karena cepat terurai dan memiliki masa tenggang panen yang sangat singkat dibanding pestisida sintetis.

Mengapa kutu kebul sangat sulit dibasmi pada tanaman terong?

Kutu kebul bersembunyi di balik permukaan bawah daun dan tubuhnya dilapisi lapisan lilin yang melindungi dari kontak langsung cairan semprotan.

Berapa jarak tanam terong yang ideal untuk meminimalisir penularan hama?

Jarak tanam ideal adalah 50x60 cm pada musim kemarau dan 60x70 cm pada musim hujan untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik.

Lebih lanjut tentang Terong

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.