Pada musim kemarau saat suhu udara berkisar 30 hingga 34 derajat Celsius, hama kumbang daun Epilachna dan pengerek buah menjadi ancaman utama. Jika tidak ditangani dalam kurun waktu 7 hari sejak gejala kerusakan pertama muncul, serangan larva kumbang dapat merusak hingga 80% helai daun dan menyisakan tulang daun saja.
Sementara itu, pada kondisi kelembapan udara tinggi antara 70% hingga 85%, kelompok hama pengisap cairan seperti kutu kebul, kutu daun, dan tungau berkembang sangat cepat. Hama pengisap ini mensekresikan embun madu yang memicu tumbuhnya jamur embun jelaga berwarna hitam pada permukaan daun terong.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara konsisten dapat menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem lahan. Pemasangan 40 hingga 50 lembar perangkap kuning per hektar serta pembersihan sisa gulma setiap 14 hari menjadi langkah sanitasi wajib bagi setiap petani terong.