Cabai, Akar Cabai Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi
Nguyen Huy / Pexels

Akar Cabai Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk akar pada tanaman cabai saat musim hujan umumnya disebabkan oleh drainase yang buruk serta serangan jamur patogen atau bakteri tanah.

Jawaban singkat

Musim hujan yang berlangsung dari bulan November hingga Maret sering menjadi tantangan terbesar bagi petani cabai di Indonesia. Tingginya curah hujan dan kelembapan udara di atas 85 persen memicu penumpukan air pada media tanam. Kondisi tanah yang tergenang membuat kadar oksigen dalam tanah anjlok drastis, sehingga jaringan akar cabai tidak dapat bernapas dan mulai membusuk secara perlahan.

Ringkas: Cabai

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam sehari
Penyiraman
Penyiraman rutin 1 kali sehari, tingkatkan saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun (terbaik awal musim kemarau)
Tingkat Kesulitan
Sedang

Membutuhkan media dengan drainase baik dan tiang penyangga saat berbuah.

Gejala awal busuk akar sering kali mengecoh karena daun cabai terlihat layu layaknya kekurangan air, padahal media tanam dalam kondisi sangat basah. Jika Anda mencabut tanaman yang terdampak, kulit akar luar akan mengelupas dengan mudah saat dipegang, meninggalkan untaian kayu berwarna cokelat kehitaman yang berbau busuk. Apabila dibiarkan tanpa tindakan, seluruh barisan tanaman cabai dalam satu bedengan dapat tertular dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari.

Pencegahan dan penanganan masalah ini bertumpu pada perbaikan struktur tanah serta sistem saluran air. Tinggi bedengan ideal pada musim hujan adalah minimal 40 hingga 50 centimeter agar perakaran cabai berada di atas tinggi genangan air. Selain itu, pengapuran tanah menggunakan dolomite sebanyak 100 hingga 200 gram per meter persegi sangat dianjurkan untuk menetralkan pH tanah yang cenderung drop akibat guyuran air hujan bersifal asam.

Langkah penanganan biologis dapat dilakukan dengan mengaplikasikan agens hayati seperti Trichoderma sp. atau Bacillus subtilis ke area perakaran setiap 7 sampai 14 hari sekali. Jika pembusukan sudah mencapai pangkal batang utama dan tanaman layu permanen, penanganan terbaik adalah mencabut tanaman tersebut dan memusnahkannya di luar area lahan agar spora jamur tidak menyebar melalui aliran air irigasi.

Penyebab & Cara Mengatasi

Cendawan Pythium sp. dan Phytophthora capsici

Ciri: Kulit akar mengelupas basah, berwarna cokelat tua hingga hitam, daun layu mendadak namun warna daun tetap hijau.

Solusi: Cabut tanaman yang terinfeksi parah, taburi bekas lubang tanam dengan kapur pertanian, dan kocor agens hayati Trichoderma pada tanaman sehat di sekitarnya.

Bakteri Ralstonia solanacearum

Ciri: Akar membusuk disertai pembuluh batang yang menjadi kecokelatan. Jika batang dipotong dan dicelup ke air bersih, keluar lendir putih halus (ooze).

Solusi: Isolasi area terinfeksi, perbaiki drainase, hentikan pemupukan unsur nitrogen tinggi, dan gunakan bakteri antagonis Pseudomonas fluorescens.

Asfiksia Akar (Akar Kekurangan Oksigen)

Ciri: Akar berwarna kecokelatan tanpa bau menyengat yang khas, pertumbuhan terhenti, daun bawah menguning dan gugur secara bertahap.

Solusi: Buat parit pembuangan air lebih dalam, gemburkan tanah di sekitar piringan tanaman secara hati-hati, dan kurangi frekuensi penyiraman.

Langkah-langkah

  1. Perbaiki saluran drainase di sekeliling bedengan dengan kedalaman parit minimal 50 centimeter agar air segera mengalir keluar lahan saat hujan deras.
  2. Cabut dan bakar tanaman cabai yang sudah layu permanen agar patogen tidak menulari tanaman sehat melalui aliran air tanah.
  3. Taburkan kapur pertanian atau dolomite pada media tanam di sekitar piringan tanaman untuk menaikkan pH tanah ke angka ideal 6,0 sampai 6,8.
  4. Aplikasikan mikrob antagonis atau agens hayati pemicu pertumbuhan akar pada pagi atau sore hari saat tanah dalam kondisi lembap.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bisakah tanaman cabai yang terkena busuk akar disembuhkan total?

Tanaman yang akarnya sudah busuk lebih dari 50 persen dan layu permanen sulit disembuhkan. Fokus utama adalah menyelamatkan tanaman sehat di sekitarnya.

Apakah busuk akar pada cabai bisa menular melalui air irigasi?

Ya, spora jamur dan bakteri penyebab busuk akar sangat mudah terbawa oleh aliran air hujan atau air irigasi yang menggenangi bedengan.

Bagaimana membedakan busuk akar akibat jamur dan akibat genangan air biasa?

Busuk akar akibat jamur biasanya disertai kulit akar yang mudah terkelupas berlendir dan baunya khas, sedangkan akibat genangan air akar hanya berwarna gelap namun tidak langsung hancur berlendir.

Mengapa pupuk nitrogen berlebih saat musim hujan memperparah busuk akar?

Pupuk nitrogen tinggi membuat jaringan dinding sel tanaman menjadi lebih lunak dan sukulen, sehingga sangat mudah ditembus oleh serangga maupun patogen jamur.

Apakah mulsa plastik wajib dipakai saat musim hujan untuk cegah busuk akar?

Sangat dianjurkan, karena mulsa plastik menjaga kelembapan tanah tetap stabil dan mencegah piringan akar tergenang air hujan secara langsung.

Lebih lanjut tentang Cabai

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.