Ada tiga penyebab utama: (1) Jamur Phytophthora capsici yang menyerang saat genangan air >6 jam, ciri khasnya bercak cokelat pada pangkal batang dan buah busuk. (2) Jamur Fusarium oxysporum yang menyumbat pembuluh, ditandai layu permanen meski tanah lembap, dan akar membusuk dari ujung. (3) Bakteri Ralstonia solanacearum yang menyebabkan layu mendadak dengan irisan batang mengeluarkan lendir putih keruh.
Untuk membedakannya: periksa pangkal batang—jika ada bercak cokelat dan buah busuk, itu Phytophthora; jika layu tanpa bercak, potong batang dan lihat lendir—ada lendir berarti bakteri, tidak ada berarti Fusarium. Solusi praktis: perbaiki drainase dengan bedengan tinggi 30 cm, kurangi penyiraman saat hujan, dan aplikasi fungisida berbahan aktif mancozeb atau bakteri antagonis Bacillus subtilis sesuai label.
Langkah kuratif: cabut tanaman sakit beserta akar, jangan kompos. Taburkan kapur dolomit 1 kg/10 m2 di bedengan untuk menaikkan pH dan menekan jamur. Beri jarak tanam lebih lebar (60x60 cm) agar sirkulasi udara baik. Jika serangan berat, rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau padi selama 2 musim.