Cabai Rawit, Akar Cabai Rawit Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Tony Wu / Pexels

Akar Cabai Rawit Busuk: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Busuk akar pada cabai rawit saat musim hujan umumnya disebabkan oleh genangan air berlebih dan serangan cendawan parasit seperti Phytophthora atau Fusarium.

Jawaban singkat

Memasuki puncak musim hujan pada rentang bulan November hingga Maret di Indonesia, intensitas curah hujan dapat melebihi 200 mm per bulan. Kondisi ini membuat kelembapan tanah di sekitar perakaran cabai rawit meningkat drastis. Tingginya kadar air yang menggenang menyebabkan kondisi kurang oksigen atau hipoksia pada jaringan akar, sehingga akar menjadi lemah dan sangat rentan diserang oleh patogen tular tanah.

Ringkas: Cabai Rawit

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam sehari
Penyiraman
1 kali sehari (500 ml/polybag), kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan lubang drainase di bagian bawah polybag tidak tersumbat.

Gejala awal busuk akar sering kali samar karena menyerupai kekurangan air. Pada siang hari yang terik, daun tanaman cabai rawit terlihat layu dan terkulai, namun tampak segar kembali pada malam atau pagi hari. Jika tanaman dicabut, akar yang sehat berwarna putih bersih akan terlihat berubah menjadi cokelat tua hingga hitam, berstruktur lembek seperti bubur, serta mengeluarkan aroma pembusukan yang menyengat.

Pengendalian penyakit ini berpusat pada penataan drainase lahan bertanam. Tinggi guludan atau bedengan perlu ditingkatkan menjadi 40 hingga 50 cm agar air hujan langsung mengalir ke parit pembuangan dalam waktu kurang dari 30 menit setelah hujan lebat. Selain itu, pemberian bahan organik yang telah terdekomposisi matang dan diperkaya agens hayati Trichoderma sebanyak 100 hingga 200 gram per lubang tanam sangat efektif menekan populasi jamur jahat.

Sanitasi kebun harus dilakukan secara rutin dengan menjaga jarak tanam ideal 60 cm x 70 cm untuk melancarkan sirkulasi udara di sekitar tajuk. Jika ditemukan tanaman yang tingkat kerusakan akarnya sudah melebihi 50 persen, segera cabut dan musnahkan tanaman tersebut bersama tanah di sekitarnya. Taburkan kapur pertanian sebanyak 50 gram pada bekas lubang tanam guna menetralkan pH tanah kembali ke angka ideal 6,0 hingga 6,5.

Penyebab & Cara Mengatasi

Phytophthora capsici (Busuk Pangkal & Akar)

Ciri: Akar dan pangkal batang berwarna cokelat kehitaman, basah, berbau busuk, serta kulit batang bawah mudah terkelupas.

Solusi: Perdalam saluran drainase, kocor agens hayati Trichoderma spp., dan pangkas cabang air bagian bawah.

Fusarium oxysporum (Layu Fusarium)

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman namun cenderung kering, jika batang bagian bawah dibelah membujur terdapat garis cokelat pada pembuluh vaskular.

Solusi: Taburkan kapur pertanian untuk menaikkan pH tanah hingga 6,0-6,5 dan lakukan rotasi tanaman non-Solanaceae.

Pythium spp. (Busuk Akar Basah)

Ciri: Akar tampak hancur seperti bubur, sangat lunak, sering menyerang bibit muda atau tanaman yang tergenang air lebih dari 12 jam.

Solusi: Perbaiki porositas media tanam, gunakan mulsa plastik perak hitam, dan kurangi penggunaan pupuk unsur Nitrogen tinggi.

Drainase Buruk & Kejenuhan Air (Stres Abiotik)

Ciri: Akar berwarna cokelat muda tanpa bau busuk menyengat, tidak ada jaringan pembuluh yang menghitam, tanah sangat padat dan becek.

Solusi: Gemburkan tanah secara hati-hati di sekitar piringan dan buat lubang resapan air di samping bedengan.

Langkah-langkah

  1. Tinggikan bedengan menjadi 40-50 cm dan buat parit drainase di sekeliling area tanam agar air tidak mengendap.
  2. Cabut tanaman cabai yang sudah menunjukkan gejala busuk parah dan musnahkan dengan cara dibakar atau dibuang jauh dari area kebun.
  3. Taburkan kapur pertanian (dolomite) sebanyak 50 gram pada bekas lubang tanam untuk mengondisikan pH tanah.
  4. Kocorkan suspensi agens hayati mikroba antagonis seperti Trichoderma spp. pada piringan tanaman sehat di sekitarnya sebagai perlindungan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tanaman cabai yang terkena busuk akar masih bisa diselamatkan?

Jika kerusakan akar masih di bawah 30 persen dan pangkal batang belum membusuk, perbaikan drainase serta pengocoran agens hayati masih dapat menyelamatkan tanaman. Namun jika akar utama sudah menghitam total, sebaiknya tanaman segera dicabut.

Mengapa penyakit busuk akar sangat cepat menyebar saat musim hujan?

Tingginya kelembapan tanah dan genangan air memfasilitasi pergerakan spora cendawan patogen seperti Phytophthora untuk berpindah dari satu akar tanaman ke tanaman lain melalui aliran air.

Apakah penggunaan pupuk kandang mentah dapat memicu busuk akar?

Ya, pupuk kandang yang belum terdekomposisi sempurna masih mengalami proses fermentasi yang menghasilkan panas serta membawa spora patogen tanah pemicu busuk akar.

Bagaimana cara membedakan layu akibat jamur busuk akar dengan layu bakteri?

Potong pangkal batang tanaman yang layu lalu celupkan ke dalam gelas berisi air bersih. Jika keluar lendir putih halus menyerupai asap, itu adalah layu bakteri. Jika tidak ada lendir dan akar hancur membusuk, itu disebabkan oleh jamur busuk akar.

Bolehkah langsung menanam bibit baru di lubang bekas tanaman yang terkena busuk akar?

Tidak disarankan. Lubang bekas tanaman sakit harus diberi kapur pertanian, dibiarkan terbuka dan terpapar sinar matahari selama minimal 2 minggu, serta diolah kembali sebelum ditanami ulang.

Lebih lanjut tentang Cabai Rawit

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.