Akar Cabai Rawit Busuk: Penyebab & Cara Mengatasi

Akar cabai rawit busuk di musim hujan? Kenali penyebab pastinya dan atasi dengan langkah tepat agar tanaman tetap produktif.

Jawaban singkat

Busuk akar pada cabai rawit sering terjadi saat musim hujan karena tanah terlalu lembap. Gejalanya: daun layu mendadak meski tanah basah, batang mudah dicabut, dan akar berwarna cokelat kehitaman, berlendir, atau berserabut putih. Jika tidak segera ditangani, tanaman bisa mati dalam 1-2 minggu.

Ringkas: Cabai Rawit

Cahaya
Sinar matahari langsung 6-8 jam sehari
Penyiraman
1 kali sehari (500 ml/polybag), kurangi saat hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pastikan lubang drainase di bagian bawah polybag tidak tersumbat.

Ada tiga penyebab utama: (1) Jamur Phytophthora capsici yang menyerang saat genangan air >6 jam, ciri khasnya bercak cokelat pada pangkal batang dan buah busuk. (2) Jamur Fusarium oxysporum yang menyumbat pembuluh, ditandai layu permanen meski tanah lembap, dan akar membusuk dari ujung. (3) Bakteri Ralstonia solanacearum yang menyebabkan layu mendadak dengan irisan batang mengeluarkan lendir putih keruh.

Untuk membedakannya: periksa pangkal batang—jika ada bercak cokelat dan buah busuk, itu Phytophthora; jika layu tanpa bercak, potong batang dan lihat lendir—ada lendir berarti bakteri, tidak ada berarti Fusarium. Solusi praktis: perbaiki drainase dengan bedengan tinggi 30 cm, kurangi penyiraman saat hujan, dan aplikasi fungisida berbahan aktif mancozeb atau bakteri antagonis Bacillus subtilis sesuai label.

Langkah kuratif: cabut tanaman sakit beserta akar, jangan kompos. Taburkan kapur dolomit 1 kg/10 m2 di bedengan untuk menaikkan pH dan menekan jamur. Beri jarak tanam lebih lebar (60x60 cm) agar sirkulasi udara baik. Jika serangan berat, rotasi tanaman dengan kacang-kacangan atau padi selama 2 musim.

Penyebab & Cara Mengatasi

Jamur Phytophthora capsici

Ciri: Bercak cokelat pada pangkal batang, buah cabai busuk berair, akar cokelat kehitaman, bau anyir. Serangan cepat saat genangan >6 jam.

Solusi: Perbaiki drainase, buat bedengan tinggi 30 cm. Aplikasi fungisida berbahan aktif mancozeb atau fosetyl-Al sesuai label. Hindari genangan dengan saluran keliling.

Jamur Fusarium oxysporum

Ciri: Layu permanen meski tanah lembap, akar busuk dari ujung, batang tidak berlendir, daun menguning dari bawah. Serangan bertahap.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman sakit. Aplikasi Trichoderma sp. ke tanah sebelum tanam (2 g/tanaman). Rotasi tanaman non-solanaceae minimal 2 musim.

Bakteri Ralstonia solanacearum

Ciri: Layu mendadak tanpa daun menguning, irisan batang mengeluarkan lendir putih keruh, akar busuk basah. Serangan cepat saat suhu tinggi + lembap.

Solusi: Cabut tanaman sakit, rendam dalam larutan bakterisida streptomisin sulfat sesuai label. Semprot tanaman sehat dengan bakterisida berbahan tembaga. Hindari luka akar saat penyiangan.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi penyebab: periksa pangkal batang (bercak?), potong batang (lendir?), dan lihat pola layu (mendadak/bertahap).
  2. Perbaiki drainase: buat saluran keliling bedengan sedalam 30 cm, naikkan bedengan hingga 30-40 cm agar air tidak menggenang.
  3. Cabut dan musnahkan tanaman sakit beserta akar, jangan dikompos. Tabur kapur dolomit 1 kg/10 m2 untuk menekan patogen.
  4. Aplikasi agen hayati: siram tanah dengan Trichoderma sp. (10 g/L air) atau Bacillus subtilis (sesuai label) seminggu sekali selama 2 minggu.
  5. Atur jarak tanam 60x60 cm dan kurangi penyiraman hanya saat tanah kering (cek dengan jari 5 cm ke dalam tanah).

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah cabai rawit yang terserang busuk akar bisa diselamatkan?

Jika serangan masih awal (hanya 1-2 tanaman layu), segera cabut tanaman sakit, perbaiki drainase, dan aplikasi agen hayati. Tanaman yang belum bergejala bisa bertahan. Jika >50% tanaman layu, sebaiknya bongkar total dan tanam ulang setelah rotasi.

Kenapa busuk akar sering terjadi di musim hujan?

Karena tanah jenuh air menyebabkan oksigen berkurang, akar melemah, dan patogen seperti Phytophthora dan Fusarium berkembang pesat. Genangan >6 jam sudah cukup memicu infeksi.

Apakah kapur dolomit benar-benar efektif?

Kapur dolomit menaikkan pH tanah (target 6,0-6,5) sehingga kurang cocok bagi jamur. Juga menyediakan kalsium dan magnesium yang memperkuat dinding sel akar. Efektif sebagai pencegahan, bukan kuratif.

Bisakah saya menggunakan fungisida alami seperti bawang putih?

Ekstrak bawang putih bisa sebagai pencegahan karena sifat antijamurnya, tetapi kurang efektif untuk serangan aktif. Untuk kuratif, lebih baik gunakan fungisida kimia sesuai label dan konsultasi dengan penyuluh.

Apa bedanya busuk akar dengan layu bakteri?

Busuk akar biasanya disertai akar hitam berlendir dan bau, sedangkan layu bakteri ditandai lendir putih dari batang dan layu mendadak tanpa daun menguning. Keduanya bisa dibedakan dengan tes potong batang.

Setelah panen, bagaimana mencegah busuk akar di musim berikutnya?

Lakukan rotasi tanaman non-solanaceae (kacang-kacangan, jagung) selama 2 musim. Tambahkan kompos matang dan agen hayati ke tanah. Pastikan drainase baik dan gunakan varietas tahan layu.

Lebih lanjut tentang Cabai Rawit

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.