Masalah ini umumnya dipicu oleh kombinasi antara kelembapan tanah di atas 85 persen dan drainase yang tersumbat. Penyiraman yang berlebihan atau genangan air hujan yang tertahan selama lebih dari 6 jam di sekitar perakaran akan menurunkan kadar oksigen di dalam tanah. Tanpa oksigen yang cukup, perakaran daun bawang menjadi lemah, mengalami asfiksia, dan sangat rentan ditembus oleh spora cendawan maupun sel bakteri parasit.
Untuk menekan risiko infeksi di musim hujan, pembuatan bedengan dengan tinggi 30 hingga 40 cm dan lebar 100 cm sangat dianjurkan. Selain itu, porsi pemupukan unsur Nitrogen harus dikurangi hingga 30 persen dari dosis biasa, karena Nitrogen berlebih membuat jaringan tanaman menjadi terlalu sukulen dan lunak. Sebaliknya, penambahan unsur Kalium dan Kalsium perlu ditingkatkan untuk memperkuat dinding sel perakaran.
Sanitasi lahan secara berkala merupakan langkah krusial dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini. Pencabutan tanaman yang menunjukkan gejala layu harus dilakukan setiap 2 hari sekali, diikuti dengan pemusnahan di luar area kebun. Penggunaan agen hayati yang dicampurkan pada media tanam sejak awal pengolahan lahan juga sangat membantu menekan populasi patogen tular-tanah secara berkelanjutan.






