Dampak tanah yang terlalu basah diperparah oleh pesatnya perkembangan mikroorganisme patogen. Ketika kelembapan tanah bertahan di atas 85 persen selama beberapa hari berturut-turut, jaringan akar muda brokoli akan melunak, berubah warna menjadi cokelat kehitaman, dan kehilangan kemampuannya untuk menyerap hara serta air secara optimal.
Untuk menanggulangi masalah ini, pekebun dan petani di dataran tinggi maupun menengah disarankan membuat bedengan dengan tinggi minimal 30 hingga 40 cm. Pembuatan saluran drainase di sekeliling bedengan dengan kedalaman minimal 50 cm sangat efektif untuk mengalirkan kelebihan air hujan agar tidak menggenangi zona perakaran brokoli.
Selain perbaikan fisik lahan, pengaplikasian pupuk organik yang telah terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar sebelum tanam sangat dianjurkan. Pemberian agens hayati secara berkala setiap 7 hingga 10 hari sekali juga terbukti mampu memperkuat ketahanan akar dari serangan cendawan pembusuk selama musim hujan.






