Penyiraman ideal di musim kemarau perlu dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada jam 06.00 pagi dan jam 16.30 sore, dengan volume sekitar 250 hingga 500 ml air per pot atau polibag ukuran 30 cm. Penggunaan mulsa organik seperti jerami padi setebal 3 hingga 5 cm sangat membantu menjaga suhu media tanam agar tidak membakar akar halus seledri.
Selain faktor kekurangan air fisik, layu pada seledri kerap dipicu oleh infeksi jamur patogen Fusarium oxysporum atau bakteri Ralstonia solanacearum yang berkembang pesat saat tanah hangat. Jika tangkai daun bagian bawah menguning mendadak dan ada bekas pembusukan cokelat pada pangkal batang, infeksi patogen tanah menjadi dalang utamanya.
Untuk membedakan layu fisiologis akibat panas dan layu patologis, potong melintang pangkal batang seledri yang layu parah lalu amati warna pembuluh vaskularnya. Bila terjadi perubahan warna menjadi cokelat tua atau kehitaman, tanaman harus segera diisolasi agar sporanya tidak menulari tanaman seledri sehat lainnya di sekeliling bedengan.






