Penyiraman rutin dilakukan sebanyak 1 hingga 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB dan sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika memasuki musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi menjadi 1 kali sehari atau disesuaikan dengan kelembaban tanah untuk mencegah kebusukan. Gunakan air bersih tanpa kandungan garam tinggi, lalu siram langsung ke area perakaran sebanyak 250 hingga 500 ml per pot ukuran sedang agar tingkat kelembaban tanah berada pada kisaran 60 hingga 70 persen.
Pemupukan susulan perlu diberikan secara berkala setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan pupuk organik cair atau kompos yang telah matang sempurna. Dosis pemberian kompos matang adalah 100 hingga 150 gram per pot setiap bulannya. Kandungan hara nitrogen yang cukup sangat dibutuhkan untuk memicu pembentukan daun yang rimbun dan berwarna hijau segar. Hindari penggunaan pupuk kimia berkadar tinggi secara mendadak karena dapat menyebabkan tepi daun terbakar dan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.
Pencahayaan ideal untuk tanaman seledri adalah 4 hingga 6 jam sinar matahari tidak langsung setiap harinya. Bagi pekebun di dataran rendah yang bersuhu panas, penggunaan paranet dengan kerapatan 50 hingga 60 persen sangat dianjurkan guna melindungi daun dari paparan terik matahari langsung. Selain itu, lakukan pemangkasan tangkai daun tua atau yang terserang hama seminggu sekali untuk menjaga sirkulasi udara di sekitar pangkal batang tetap optimal.






