Penyebab paling umum dari masalah daun seledri kuning di musim kemarau adalah ketidakseimbangan penyiraman dan stres kekeringan. Pada media pot atau polybag berukuran 20-30 cm, seledri membutuhkan pasokan air konstan sebanyak 250 hingga 500 ml per tanaman yang diberikan 2 kali sehari, yaitu pada pukul 07.00 pagi dan 16.00 sore. Kekurangan air menyebabkan pembuluh xilem tersumbat dan ujung daun terbakar menguning, sedangkan kelebihan air akibat drainase buruk justru memicu pembusukan akar oleh jamur tanah.
Selain faktor air, defisiensi hara makro seperti Nitrogen (N) dan Magnesium (Mg) menjadi pemicu utama warna kuning pada daun tua seledri. Tanaman seledri yang memasuki umur 30-45 hari setelah tanam membutuhkan asupan hara berkala, misalnya dengan pemberian kompos matang sebanyak 100-150 gram per lubang tanam setiap 14 hari sekali. Tanpa pemupukan susulan yang rutin, pembentukan klorofil akan terganggu sehingga daun bagian bawah berangsur memucat dan menguning secara merata.
Faktor terakhir yang sering menyerang seledri saat cuaca kering adalah serangan hama isap seperti thrips dan kutu daun (Aphis spp.). Hama mikro ini bereproduksi sangat cepat pada suhu di atas 28 derajat Celsius dan mengisap cairan sel daun seledri hingga meninggalkan bercak kuning kekuningan. Pengamatan rutin minimal 2 kali seminggu pada permukaan bawah daun sangat krusial untuk mendeteksi populasi hama sebelum kerusakan meluas ke seluruh areal pertanaman.






