Sebagai langkah awal penyelamatan, kita perlu melakukan diagnosis diferensial yang cermat terhadap tanaman seledri Anda. Amati pola menguningnya daun, apakah dimulai dari daun tua di bagian bawah, disertai bintik-bintik, atau ada jalur liukan putih di permukaan daun. Setiap gejala memiliki akar masalah yang berbeda, mulai dari kekurangan unsur hara makro, serangan hama ulat, hingga penyakit tular tanah akibat suhu media tanam yang terlalu tinggi.
Frekuensi penyiraman pada musim kemarau harus ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari, menggunakan air bersih secukupnya agar media tanam pot atau bedengan tidak pernah kering total. Pemberian pupuk susulan kaya nitrogen seperti pupuk kandang matang atau kompos harus diaplikasikan setiap dua minggu sekali dengan takaran segenggam tangan per tanaman untuk merangsang kemunculan tunas daun hijau baru.
Apabila penanganan ini dilakukan secara konsisten, tanaman seledri akan kembali pulih dan menghasilkan daun yang rimbun serta renyah dalam kurun waktu tiga hingga empat minggu ke depan. Pastikan juga area sekitar tanaman bersih dari gulma agar tidak terjadi perebutan unsur hara dan air di dalam tanah yang memperparah stres tanaman.