Fase vegetatif awal berlanjut pada umur 15 hingga 30 HST, di mana seledri membutuhkan unsur Nitrogen tinggi untuk mendorong pembentukan anak daun dan batang baru. Pemupukan susulan pertama dilakukan pada umur 14 HST menggunakan larutan pupuk nitrogen yang dikocorkan pada perakaran seminggu sekali. Selama periode ini, pastikan tanah tetap lembap namun tidak tergenang agar penyerapan hara berjalan optimal, terutama pada musim kemarau saat penguapan air cukup tinggi.
Memasuki fase pertumbuhan cepat pada umur 31 hingga 60 HST, tanaman seledri membutuhkan kombinasi unsur hara makro seimbang serta hara mikro seperti Kalsium dan Boron. Pemberian pupuk NPK seimbang secara kocor dilakukan dengan interval 7 hingga 10 hari sekali. Kalsium dan Boron sangat krusial pada fase ini untuk mencegah penyakit pembusukan ujung daun (blackheart) serta menjaga struktur batang agar tidak gampang retak atau pecah.
Pada fase pemeliharaan dan panen berulang (di atas 60 HST), pemupukan terus dilanjutkan untuk menjaga produktivitas pemetikan daun. Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) daun dapat disemprotkan setiap 5 hingga 7 hari sekali setelah pemetikan batang tua dilakukan. Saat musim hujan, penyemprotan difokuskan pada pemupukan daun dan kalsium untuk memperkuat jaringan tanaman dari serangan patogen tular tanah.






