Memasuki fase vegetatif aktif pada minggu keempat hingga kedelapan, berikan tambahan nutrisi nitrogen setiap sepuluh hari sekali untuk mempercepat pembentukan tajuk daun dan anakan baru. Petani dapat memanfaatkan kocor organik dari rendaman pupuk kandang atau pupuk anorganik berimbang sesuai fase pertumbuhan tanaman dengan takaran setengah sendok teh per liter air yang disiramkan ke sekitar perakaran tanpa mengenai pangkal batang. Frekuensi ini sangat penting terutama di dataran rendah agar tanaman tidak mengalami cekaman hara yang menyebabkan daun menguning dan kerdil.
Menjelang fase pembentukan rumpun maksimal pada minggu kesembilan hingga menjelang panen pertama, kurangi porsi nitrogen dan tingkatkan unsur hara kalium serta fosfor untuk memperkokoh batang tangkai daun dan meningkatkan ketahanan terhadap cuaca ekstrem. Pemupukan susulan pada fase ini dilakukan setiap dua minggu sekali, dibarengi dengan pembumbunan tanah di sekitar pangkal tanaman agar tajuk seledri tetap tegak dan bersih dari cipratan tanah saat penyiraman atau hujan lebat. Penghentian pemupukan kimia dilakukan minimal dua minggu sebelum pemangkasan atau panen pertama untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi.
Penerapan pemupukan seledri harus selalu diselaraskan dengan kelembapan media tanam dan kondisi drainase di lahan penanaman. Lakukan pemupukan pada pagi hari saat stomata daun terbuka atau sore hari setelah matahari meredup untuk menghindari penguapan hara yang berlebihan akibat suhu tinggi di Indonesia. Selalu ikuti petunjuk pada label kemasan jika menggunakan produk komersial, dan konsultasikan dengan petugas penyuluh pertanian lapangan atau Balai Penyuluhan Pertanian setempat untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan yang paling akurat sesuai tingkat kesuburan tanah di wilayah Anda.