Penyebab pertama adalah serangan kutu daun (Aphids). Kutu ini biasanya mengerubungi pucuk daun dan bagian bawah daun. Daun yang terserang akan mengeriting ke bawah, menguning, dan sering ditemukan embun madu (cairan lengket) yang bisa memicu jamur jelaga. Cara mengatasinya: semprot dengan air bertekanan untuk membuang kutu, atau gunakan insektisida nabati seperti ekstrak bawang putih atau daun nimba. Jika sudah parah, konsultasikan dengan BPP setempat untuk insektisida kimia yang tepat.
Penyebab kedua adalah tungau (mites), terutama tungau merah. Ciri khasnya: daun mengeriting ke atas, muncul bercak kuning atau perak, dan sering ada jaring halus di sela daun. Tungau menyukai cuaca kering dan panas. Solusinya: tingkatkan kelembaban sekitar tanaman dengan menyiram di pagi dan sore hari, serta semprot dengan air bersih secara rutin. Gunakan predator alami seperti kumbang Coccinellidae. Jika perlu, konsultasikan akarisida yang aman ke penyuluh.
Penyebab ketiga adalah virus, misalnya virus mozaik seledri yang ditularkan oleh kutu daun. Daun mengeriting disertai pola belang hijau gelap-terang, tanaman kerdil, dan pertumbuhan terhambat. Tidak ada obat untuk virus. Yang bisa dilakukan: cabut dan musnahkan tanaman terserang, kendalikan vektor kutu daun, dan gunakan bibit sehat. Penyebab keempat adalah kekurangan air. Saat kemarau, tanah kering menyebabkan daun layu dan menggulung untuk mengurangi penguapan. Ciri: daun mengeriting ke bawah, tanah retak, dan tanaman layu. Solusinya: siram secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan mulsa untuk menjaga kelembaban. Terakhir, nematoda akar juga bisa menyebabkan daun keriting dan tanaman kerdil. Periksa akar: jika ada bintil-bintil kecil, itu nematoda. Gunakan pupuk organik dan lakukan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan.