Pengolahan lahan tanam harus dilakukan minimal satu minggu sebelum pindah tanam agar tanah gembur dan siap menerima bibit. Cangkul tanah sedalam 30 sentimeter, campurkan pupuk kandang matang sebanyak satu kilogram per meter persegi, lalu buat bedengan dengan lebar satu meter dan tinggi 20 sentimeter untuk mencegah genangan air saat musim hujan di Indonesia.
Pindah tanam bibit sawi dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak mengalami stres akibat sengatan matahari terik. Buat lubang tanam dengan jarak 20 kali 20 sentimeter, lalu benamkan satu bibit per lubang dengan hati-hati dan padatkan tanah di sekitarnya secara perlahan agar akar kokoh berdiri.
Perawatan tanaman sawi meliputi penyiraman rutin dua kali sehari pada musim kemarau serta penyiangan gulma setiap minggu agar nutrisi tanah tidak terserap tanaman lain. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik cair atau kocor diberikan pada umur sepuluh dan dua puluh hari setelah tanam, dan panen dapat dilakukan pada umur 30 hingga 40 hari dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya atau memotong pangkal batangnya.