Pengolahan media tanam dilakukan 7 hari sebelum bibit dipindahkan. Gemburkan tanah setinggi 20-30 cm, lalu tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang terdekomposisi sempurna sebanyak 2 hingga 3 kg per meter persegi. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 20-30 cm di musim hujan atau 15 cm di musim kemarau, dan berikan jarak antarbedengan 30 cm untuk saluran drainase. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm agar pertumbuhan daun sawi optimal dan tidak mepet satu sama lain.
Perawatan harian memerlukan perhatian pada ketersediaan air dan nutrisi tanaman. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari secara rutin pada pagi dan sore hari, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan agar tanah tidak tergenang. Berikan pupuk organik cair (POC) dengan frekuensi 7 hari sekali sejak tanaman berumur 7 hari setelah tanam. Lakukan penyiangan gulma secara manual setiap 10 hari sekali untuk mencegah persaingan nutrisi dan menekan perkembangan hama.
Proses pemanenan sawi dapat dilakukan saat tanaman berumur 25 hingga 30 hari setelah pindah tanam. Ciri sawi yang siap dipanen adalah daunnya tumbuh rimbun, berwarna hijau segar, dan belum mengeluarkan bunga. Cabut tanaman hingga ke akarnya secara hati-hati pada pagi hari sebelum jam 09.00 untuk menjaga kesegaran daun, atau potong pangkal batangnya 1 cm di atas permukaan tanah. Cuci bersih akar dari sisa tanah dan simpan sawi di tempat yang sejuk serta terlindung dari sinar matahari langsung.






