Sawi, Cara Menanam Sawi dari Awal Sampai Panen
Kamrun Naher / Pexels

Cara Menanam Sawi dari Awal Sampai Panen

Menanam sawi di Indonesia sangat praktis karena dapat dibudidayakan sepanjang tahun dengan masa panen cepat sekitar 25 hingga 30 hari setelah pindah tanam.

Jawaban singkat

Tahap awal budidaya sawi dimulai dengan penyemaian benih berkualitas tinggi. Siapkan media semai berupa campuran tanah topsoil dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1. Masukkan benih sawi sebanyak 1 biji per lubang semai pada tray atau polybag kecil dengan kedalaman 0,5 cm. Siram secara halus dua kali sehari, yaitu pada jam 07.00 pagi dan 16.00 sore. Bibit sawi siap dipindahkan ke lahan atau pot permanen setelah berumur 10 hingga 14 hari atau memiliki 3 sampai 4 helai daun sejati.

Ringkas: Sawi

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram dua kali sehari pada kemarau, sesuaikan saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun dengan perhatian drainase saat musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pertumbuhan sangat cepat dan responsif terhadap pemupukan organik.

Pengolahan media tanam dilakukan 7 hari sebelum bibit dipindahkan. Gemburkan tanah setinggi 20-30 cm, lalu tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang terdekomposisi sempurna sebanyak 2 hingga 3 kg per meter persegi. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, tinggi 20-30 cm di musim hujan atau 15 cm di musim kemarau, dan berikan jarak antarbedengan 30 cm untuk saluran drainase. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm agar pertumbuhan daun sawi optimal dan tidak mepet satu sama lain.

Perawatan harian memerlukan perhatian pada ketersediaan air dan nutrisi tanaman. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari secara rutin pada pagi dan sore hari, sedangkan pada musim hujan penyiraman disesuaikan agar tanah tidak tergenang. Berikan pupuk organik cair (POC) dengan frekuensi 7 hari sekali sejak tanaman berumur 7 hari setelah tanam. Lakukan penyiangan gulma secara manual setiap 10 hari sekali untuk mencegah persaingan nutrisi dan menekan perkembangan hama.

Proses pemanenan sawi dapat dilakukan saat tanaman berumur 25 hingga 30 hari setelah pindah tanam. Ciri sawi yang siap dipanen adalah daunnya tumbuh rimbun, berwarna hijau segar, dan belum mengeluarkan bunga. Cabut tanaman hingga ke akarnya secara hati-hati pada pagi hari sebelum jam 09.00 untuk menjaga kesegaran daun, atau potong pangkal batangnya 1 cm di atas permukaan tanah. Cuci bersih akar dari sisa tanah dan simpan sawi di tempat yang sejuk serta terlindung dari sinar matahari langsung.

Langkah-langkah

  1. Penyemaian benih pada media halus selama 10-14 hari hingga tumbuh 3-4 helai daun sejati.
  2. Pengolahan tanah dengan pencampuran kompos 2-3 kg/m2 dan pembuatan bedengan berjarak tanam 20x20 cm.
  3. Pindah tanam bibit secara hati-hati pada sore hari untuk mengurangi risiko stres pemindahan.
  4. Pemeliharaan berkala meliputi penyiraman rutin 1-2 kali sehari, penyiangan gulma, dan pemupukan cair tiap 7 hari.
  5. Pemanenan sawi pada umur 25-30 hari setelah tanam dengan cara dicabut atau dipotong pangkal batangnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa hari sawi bisa dipanen dari pertama kali tebar biji?

Total waktu dari tebar biji hingga panen adalah sekitar 35 sampai 44 hari, terdiri dari 10-14 hari penyemaian ditambah 25-30 hari setelah pindah tanam.

Apakah sawi bisa ditanam di pot atau polybag?

Sangat bisa, gunakan polybag berdiameter minimal 20 cm yang diisi campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1.

Mengapa tanaman sawi saya cepat berbunga padahal ukurannya masih kecil?

Sawi cepat berbunga (bolting) biasanya disebabkan oleh suhu lingkungan yang terlalu panas, kekeringan, atau stres akibat kekurangan nutrisi hara.

Berapa jarak tanam ideal untuk sawi di bedengan?

Jarak tanam ideal adalah 20 x 20 cm atau 20 x 25 cm agar tajuk daun dapat berkembang maksimal tanpa saling menutupi.

Lebih lanjut tentang Sawi

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.