Sawi, Daun Sawi Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi
Kamrun Naher / Pexels

Daun Sawi Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Penyebab utama daun sawi menguning pada musim kemarau adalah kekurangan air, defisiensi nitrogen, atau serangan hama pengisap yang bisa diatasi dengan pengaturan irigasi dan nutrisi yang tepat.

Jawaban singkat

Menanam sawi pada musim kemarau di Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa perubahan warna daun menjadi kuning. Suhu udara yang tinggi di atas 32 derajat Celsius disertai intensitas cahaya matahari yang kuat mempercepat penguapan air dari media tanam. Kondisi stres lingkungan ini mengganggu proses fotosintesis sehingga pigmen klorofil berkurang dan membuat warna hijau daun memudar menjadi kekuningan.

Ringkas: Sawi

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram dua kali sehari pada kemarau, sesuaikan saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun dengan perhatian drainase saat musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pertumbuhan sangat cepat dan responsif terhadap pemupukan organik.

Penyiraman tanaman sawi pada musim kemarau wajib dilakukan secara teratur sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 dan sore hari pukul 16.00 hingga 17.00. Volume air penyiraman sekitar 200 hingga 300 ml per polibag atau pastikan tanah bedengan lembap hingga kedalaman 5 cm. Kekurangan air secara berkala akan memicu daun bagian bawah menguning dan mengering dari tepi ke tengah.

Kebutuhan hara nitrogen sangat krusial bagi pertumbuhan vegetatif sawi yang berumur pendek sekitar 25 hingga 30 hari setelah tanam. Aplikasi pupuk organik cair atau pupuk susulan kaya nitrogen dapat diberikan setiap 7 hari sekali sejak tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Pemberian nutrisi yang konsisten mencegah gejala klorosis atau pemucatan daun muda maupun daun tua.

Pemeriksaan rutin terhadap bagian bawah daun sawi perlu dilakukan minimal 2 kali seminggu untuk mendeteksi keberadaan hama seperti kutu daun atau thrips. Musim kemarau yang kering sangat disukai hama serangga pengisap cairan tanaman. Pengendalian secara mekanis atau hayati sejak dini sangat efektif mencegah penyebaran gejala daun menguning di seluruh area pertanaman.

Penyebab & Cara Mengatasi

Defisiensi Nitrogen (N)

Ciri: Daun tua bagian bawah menguning terlebih dahulu secara merata dari tulang daun hingga tepi, sedangkan daun muda tetap hijau namun tumbuh kerdil.

Solusi: Berikan pupuk kaya nitrogen seperti pupuk organik cair kotoran ayam yang difermentasi atau pupuk NPK dengan rasio N tinggi setiap 7 hari sekali.

Stres Kekurangan Air

Ciri: Pinggir daun menguning lalu berubah menjadi cokelat dan layu, media tanam terlihat kering dan pecah-pecah.

Solusi: Tingkatkan frekuensi penyiraman menjadi 2 kali sehari dan tambahkan mulsa jerami setebal 3 hingga 5 cm di atas bedengan untuk menahan kelembapan.

Serangan Hama Kutu Daun (Aphis spp.)

Ciri: Daun menguning bercak-bercak, mengkerut atau menggulung, serta terdapat cairan lengket (embun jelut) di permukaan daun.

Solusi: Semprot tanaman dengan ekstrak daun mimba atau sabun kalium cair pada sore hari, serta buang bagian daun yang terinfeksi parah.

Penyakit Layu Fusarium / Akar Bengkak

Ciri: Tanaman layu pada siang hari yang terik dan segar kembali pada pagi hari, daun menguning bertahap, dan akar membengkak atau membusuk.

Solusi: Cabut dan musnahkan tanaman yang sakit, taburkan kapur pertanian untuk menetralkan pH tanah, dan aplikasikan agens hayati Trichoderma pada media tanam.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan pada tanaman sawi untuk mengidentifikasi apakah kuning terjadi pada daun tua (kekurangan N/air) atau daun muda (hama/penyakit).
  2. Atur ulang jadwal penyiraman menjadi rutin 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, pastikan drainase media tanam tetap lancar.
  3. Pangkas daun bagian bawah yang sudah menguning sempurna agar energi tanaman terfokus pada pertumbuhan daun baru yang sehat.
  4. Berikan pupuk susulan kaya nitrogen atau pupuk organik cair yang telah dilarutkan sesuai aturan pakai setiap 7 hari sekali sampai masa panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun sawi yang sudah berwarna kuning bisa kembali menjadi hijau?

Daun tua yang sudah menguning sempurna biasanya tidak bisa kembali hijau. Sebaiknya daun tersebut dipangkas agar nutrisi berpindah ke daun muda.

Mengapa daun sawi bagian bawah yang paling pertama menguning?

Unsur nitrogen bersifat mobil dalam tanaman, sehingga ketika terjadi kekurangan nutrisi, tanaman akan memindahkan nitrogen dari daun tua ke daun muda.

Berapa kali idealnya memupuk sawi agar daunnya tetap hijau segar?

Pemupukan susulan idealnya diberikan seminggu sekali mulai umur 10 hari setelah tanam hingga satu minggu sebelum panen.

Apakah daun sawi yang menguning akibat kurang air masih aman dikonsumsi?

Aman dikonsumsi, namun teksturnya biasanya lebih renyah keras dan rasanya sedikit lebih pahit dibandingkan daun yang segar sehat.

Kapan waktu terbaik menyiram sawi pada musim kemarau?

Waktu terbaik adalah pagi hari sebelum jam 08.00 dan sore hari setelah jam 16.00 ketika suhu udara dan tanah tidak terlalu panas.

Lebih lanjut tentang Sawi

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.