Penyiraman tanaman sawi pada musim kemarau wajib dilakukan secara teratur sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 hingga 08.00 dan sore hari pukul 16.00 hingga 17.00. Volume air penyiraman sekitar 200 hingga 300 ml per polibag atau pastikan tanah bedengan lembap hingga kedalaman 5 cm. Kekurangan air secara berkala akan memicu daun bagian bawah menguning dan mengering dari tepi ke tengah.
Kebutuhan hara nitrogen sangat krusial bagi pertumbuhan vegetatif sawi yang berumur pendek sekitar 25 hingga 30 hari setelah tanam. Aplikasi pupuk organik cair atau pupuk susulan kaya nitrogen dapat diberikan setiap 7 hari sekali sejak tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Pemberian nutrisi yang konsisten mencegah gejala klorosis atau pemucatan daun muda maupun daun tua.
Pemeriksaan rutin terhadap bagian bawah daun sawi perlu dilakukan minimal 2 kali seminggu untuk mendeteksi keberadaan hama seperti kutu daun atau thrips. Musim kemarau yang kering sangat disukai hama serangga pengisap cairan tanaman. Pengendalian secara mekanis atau hayati sejak dini sangat efektif mencegah penyebaran gejala daun menguning di seluruh area pertanaman.






