Sebagai petani atau pekebun rumahan, kita harus jeli membedakan antara gejala serangan penyakit akar gada, busuk basah bakteri, dan bercak daun cercospora agar tindakan penanganan yang diberikan tidak salah sasaran. Diagnosis yang akurat di awal penanaman sangat menentukan keberhasilan panen sawi, mengingat siklus hidup patogen sangat pendek pada kondisi lingkungan yang basah.
Pencegahan dan pengendalian penyakit sawi di musim hujan harus difokuskan pada perbaikan drainase lahan, pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat sekitar 20 x 20 sentimeter, serta penggunaan mulsa plastik perak untuk mengurangi percikan tanah ke daun. Sanitasi lahan dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang berat juga wajib dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali.
Apabila serangan penyakit sudah meluas dan melewati ambang batas ekonomi, penggunaan pestisida kimia dapat dipertimbangkan dengan tetap mematuhi petunjuk pada label kemasan serta berkonsultasi langsung dengan petugas penyuluh lapangan di BPP setempat. Utamakan selalu prinsip Pengendalian Hama Terpadu yang mengandalkan keseimbangan ekosistem dan kesehatan tanah.