Penyiraman adalah kunci utama dalam cara merawat sawi agar daunnya tidak pahit dan teksturnya renyah. Pada musim kemarau, lakukan penyiraman 2 kali sehari yaitu pada pagi hari sebelum jam 08.00 dan sore hari setelah jam 16.00 dengan volume sekitar 500 ml per tanaman. Saat musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1 kali sehari atau sesuai kondisi kelembaban tanah untuk mencegah pembusukan akar dan serangan jamur.
Pemupukan berimbang sangat menentukan kecepatan tumbuh dan kualitas warna hijau daun sawi. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 100 hingga 150 gram per lubang tanam sebagai pupuk dasar sebelum bibit ditanam. Setelah tanaman berumur 7 dan 14 hari setelah pindah tanam, aplikasikan pupuk susulan kaya nitrogen berupa kotoran ayam yang difermentasi atau pupuk organik cair sebanyak 200 ml per tanaman dengan konsentrasi encer.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanis dan hayati untuk memastikan sawi aman dikonsumsi. Bersihkan gulma di sekitar bedengan setiap 5 hari sekali agar persaingan nutrisi dan sarang hama dapat ditekan. Jika terjadi serangan ulat grayak atau kutu daun pada musim kemarau, lakukan pemetikan daun yang terinfeksi secara manual atau semprotkan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau bawang putih pada sore hari.






