Penyiraman tanaman sawi wajib dilakukan secara rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 15.00, terutama saat musim kemarau. Gunakan gembor dengan lubang halus untuk menghindari kerusakan pada daun muda dan rebahnya batang tanaman akibat tekanan air yang terlalu kuat. Pada musim hujan, pastikan bedengan atau pot memiliki drainase yang sangat baik agar air tidak menggenang yang dapat memicu kebusukan akar dan pangkal batang.
Pemeliharaan nutrisi susulan sangat menentukan kualitas lebar daun dan kehijauan warna sawi. Berikan pupuk organik cair atau pupuk nitrogen tambahan setiap tujuh hari sekali mulai tanaman berumur dua minggu setelah pindah tanam. Lakukan penyiangan gulma secara manual di sekitar pangkal tanaman setiap minggu untuk mencegah perebutan unsur hara dan meminimalkan tempat persembunyian hama pengganggu seperti ulat daun.
Masa panen sawi di Indonesia tergolong sangat singkat, yakni berkisar antara 25 hingga 40 hari setelah sebar biji, tergantung pada varietas yang digunakan. Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya secara hati-hati atau memotong pangkal batangnya jika menggunakan sistem panen petik daun. Segera cuci bersih sawi segar dengan air mengalir setelah panen untuk menghilangkan sisa tanah dan menjaga kesegarannya sebelum dikonsumsi atau dipasarkan.