Sawi, Penyebab Akar Sawi Busuk saat Musim Hujan dan Cara Mengatasinya
Kamrun Naher / Pexels

Penyebab Akar Sawi Busuk saat Musim Hujan dan Cara Mengatasinya

Akar sawi yang busuk dan menghitam saat musim hujan umumnya disebabkan oleh serangan patogen tanah serta drainase lahan yang tergenang.

Jawaban singkat

Peningkatan curah hujan pada puncak musim hujan antara bulan November hingga Maret sering kali menimbulkan tantangan berat bagi petani sawi di berbagai wilayah Indonesia. Kelembapan udara yang melebihi 80% dan tanah yang terus-menerus basah menciptakan lingkungan ideal bagi perkembangbiakan patogen tular-tanah. Akibatnya, tanaman sawi berumur 15 hingga 25 hari setelah tanam sangat rentan mengalami pembusukan sistem akar yang ditandai dengan daun menguning, layu di siang hari, dan pertumbuhannya terhenti secara mendadak.

Ringkas: Sawi

Cahaya
Cahaya matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram dua kali sehari pada kemarau, sesuaikan saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun dengan perhatian drainase saat musim hujan
Tingkat Kesulitan
Mudah

Pertumbuhan sangat cepat dan responsif terhadap pemupukan organik.

Penanganan masalah ini harus diawali dengan evaluasi fisik media tanam atau bedengan secara menyeluruh. Bedengan yang terlalu rendah, yaitu di bawah tinggi standar 30 hingga 40 cm, akan membuat air hujan tergenang di sekitar zona perakaran sawi. Selain itu, jarak tanam yang terlalu rapat (kurang dari 20 cm x 20 cm) mengurangi sirkulasi udara di sekitar pangkal batang, sehingga iklim mikro di bawah tajuk tanaman menjadi sangat lembap dan mempercepat penyebaran spora jamur maupun sel bakteri patogen.

Secara teknis, pengolahan tanah sebelum tanam sangat menentukan keberhasilan pencegahan pembusukan akar. Penambahan bahan organik yang matang sebanyak 1 hingga 2 kg per meter persegi dan pemberian kapur pertanian untuk menjaga pH tanah tetap ideal pada kisaran 6,0 hingga 6,8 dapat menekan populasi jamur parasit. Penggunaan agens hayati berbasis Trichoderma atau Bacillus yang diaplikasikan pada tanah 7 hari sebelum bibit ditanam juga efektif membendung serangan patogen akar secara alami tanpa merusak ekosistem tanah.

Jika pembusukan sudah mulai terlihat pada 5% hingga 10% populasi tanaman di lahan, tindakan sanitasi cepat harus segera dilakukan. Cabut dan musnahkan tanaman yang terinfeksi berat jauh dari area pertanaman, lalu perbaiki parit drainase agar air dapat mengalir lancar dalam waktu kurang dari 30 menit setelah hujan lebat berhenti. Untuk pencegahan lanjutan secara kimiawi pada tanaman yang masih sehat, gunakan fungisida atau bakterisida terdaftar sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan arahan dari petugas penyuluh pertanian setempat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Infeksi Jamur Pythium / Rhizoctonia

Ciri: Akar berwarna cokelat kehitaman, jaringan akar lunak tetapi tidak berbau menyengat, dan pangkal batang menciut hingga tanaman roboh.

Solusi: Perbaiki drainase bedengan, taburkan agens hayati Trichoderma pada tanah, serta kurangi tingkat kelembapan di sekitar zona perakaran.

Infeksi Bakteri Busuk Lunak (Pectobacterium)

Ciri: Akar dan pangkal batang membusuk menjadi bubur berlendir serta mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman terinfeksi, sterilisasi alat pertanian dengan disinfektan, serta taburkan kapur pertanian pada bekas lubang tanam.

Drainase Buruk dan Asfiksia Akar

Ciri: Akar berwarna cokelat muda, tanaman tetap layu meskipun tanah sangat basah, dan tidak ada bau busuk yang menyengat.

Solusi: Tinggikan bedengan menjadi 30-40 cm, gemburkan parit di sekeliling bedengan, dan tambahkan kompos kasaran untuk meningkatkan porositas tanah.

Langkah-langkah

  1. Lakukan sanitasi lahan dengan mencabut tanaman sawi yang bergejala busuk akar dan musnahkan di luar area kebun.
  2. Perbaiki struktur parit dan tinggikan bedengan hingga 30-40 cm agar air hujan segera mengalir dan tidak menggenang.
  3. Taburkan kapur pertanian (dolomit) jika pH tanah di bawah 6,0 untuk menetralkan keasaman tanah akibat guyuran air hujan.
  4. Applikasikan bahan organik matang yang diperkaya agens hayati antagonis pada tanah di sekitar zona perakaran tanaman yang masih sehat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah sawi yang akarnya sudah busuk masih bisa diselamatkan?

Tanaman sawi yang akarnya sudah membusuk parah sulit diselamatkan dan sebaiknya segera dicabut agar tidak menulari tanaman sehat di sekitarnya.

Mengapa penyakit busuk akar sangat sering muncul di musim hujan?

Curah hujan tinggi menyebabkan tanah terlalu jenuh air, menurunkan kadar oksigen di zona akar, dan menciptakan kondisi lembap yang sangat disukai patogen tular-tanah.

Berapa tinggi bedengan ideal untuk menanam sawi di musim hujan?

Tinggi bedengan yang ideal saat musim hujan adalah 30 hingga 40 cm agar perakaran sawi berada di atas permukaan air yang menggenang.

Apakah abu gosok atau kapur dolomit bisa mengobati busuk akar?

Kapur dolomit dan abu gosok membantu menaikkan pH tanah dan menekan perkembangan jamur, namun fungsinya lebih sebagai pencegahan dan penyeimbang tanah, bukan obat kuratif.

Bagaimana cara membedakan busuk akar akibat jamur dan bakteri?

Busuk akar akibat bakteri biasanya menghasilkan lendir dan bau busuk yang sangat menyengat, sedangkan akibat jamur cenderung membuat akar cokelat kehitaman tanpa bau menyengat.

Lebih lanjut tentang Sawi

Panduan terkait

Busuk Akar, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.