Memasuki fase vegetatif awal pada 10 hingga 14 hari setelah tanam, tanaman sawi sangat membutuhkan unsur nitrogen tinggi untuk merangsang pembentukan daun baru yang lebar dan hijau pekat. Pada tahap ini, berikan pupuk susulan pertama berupa kocor cairan pupuk organik atau urea dengan takaran setengah sendok teh per liter air yang disiramkan ke sekitar perakaran setiap 5 hari sekali pada pagi hari.
Pemberian pupuk susulan kedua dilakukan pada umur 21 hari setelah tanam untuk mendukung pembesaran daun secara maksimal sebelum memasuki masa panen raya. Petani perlu menghentikan pemupukan kimia 7 hari sebelum panen untuk memastikan sisa unsur hara terserap sempurna dan tidak meninggalkan rasa pahit atau residu kimia pada daun sawi saat dikonsumsi.
Penerapan pemupukan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca di Indonesia, di mana pada musim hujan pencucian hara oleh air hujan sangat tinggi sehingga frekuensi pemupukan kocor perlu ditambah tetapi dengan konsentrasi yang lebih encer. Sebaliknya, pada musim kemarau, penyiraman air bersih harus dilakukan secara rutin sebelum dan sesudah pemupukan agar akar tanaman tidak mengalami plasmolisis atau terbakar akibat kepekatan pupuk.