Memasuki fase vegetatif awal pada umur 7 hingga 10 hari setelah tanam (HST), tanaman sawi membutuhkan asupan nitrogen tinggi untuk merangsang pembentukan daun awal. Larutkan pupuk kaya nitrogen sebanyak 2 hingga 3 gram per liter air, lalu kocor sekitar 100 mililiter per lubang tanam. Pengocoran dilakukan pada pagi hari antara pukul 07.00 sampai 09.00 setiap 5 sampai 7 hari sekali agar penyerapan nutrisi berjalan maksimal.
Pada umur 15 hingga 25 HST, sawi mengalami pembesaran daun dan batang secara cepat. Terapkan pemupukan susulan kedua dengan kombinasi unsur nitrogen, fosfor, dan kalium seimbang. Berikan pupuk melalui metode kocor dengan konsentrasi 5 gram per liter air sebanyak 150 hingga 200 mililiter per tanaman, dilakukan seminggu sekali. Pada musim hujan, tingkatkan frekuensi pengecekan drainase agar nutrisi pupuk tidak cepat tercuci oleh genangan air.
Mendekati masa panen pada umur 28 hingga 35 HST, hentikan pemberian pupuk kimia setidaknya 7 hari sebelum panen untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi. Saat musim kemarau panjang, tingkatkan penyiraman setelah pemupukan kocor untuk mencegah dehidrasi akar, sedangkan pada puncak musim hujan, pengaplikasian pupuk secara sebar halus di sekitar tajuk dapat menjadi alternatif jika kondisi tanah terlalu basah.






