Pare, Cara Menanam Pare dari Awal Sampai Panen untuk Hasil Melimpah
Tamanna Rumee / Pexels

Cara Menanam Pare dari Awal Sampai Panen untuk Hasil Melimpah

Panduan praktis menanam pare dari persiapan benih, pembuatan lanjaran, hingga masa panen yang berkelanjutan di iklim tropis Indonesia.

Jawaban singkat

Sebelum disemai, rendam benih pare dalam air hangat selama 6 hingga 8 jam untuk memecah masa dormansi kulit biji yang tebal. Semai benih pada tray semai atau polybag kecil berukuran 8x10 cm menggunakan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Letakkan persemaian di tempat teduh namun tetap mendapat sinar matahari pagi, dan benih biasanya akan berkecambah dalam waktu 4 hingga 7 hari.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Olahlah lahan dengan membuat bedengan seluas lebar 100 cm, tinggi 30 cm, dan jarak antar bedengan 50 cm untuk menjaga drainase air. Taburkan pupuk kandang terdekomposisi sempurna sebanyak 10 hingga 15 ton per hektar atau sekitar 1 hingga 2 kg per lubang tanam, kemudian biarkan lahan terolah selama 7 hingga 10 hari sebelum ditanami. Pindahkan bibit pare yang sudah berumur 10 hingga 14 hari atau telah memiliki 3 hingga 4 helai daun sejati dengan jarak tanam 50 hingga 60 cm antar tanaman.

Gunakan lanjaran atau turus bambu setinggi 2 meter yang dihubungkan dengan tali gantung atau jaring, karena pare merupakan tanaman merambat yang membutuhkan penopang kuat. Lakukan penyiraman rutin 1 kali sehari pada pagi hari di musim kemarau, dan sesuaikan frekuensinya saat musim hujan agar media tidak terlalu becek. Berikan pemupukan susulan setiap 10 hingga 14 hari sekali menggunakan pupuk organik cair atau pupuk makro secara berkala untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah.

Pare sudah dapat dipanen pertama kali pada umur 45 hingga 55 hari setelah tanam, ditandai dengan alur gipsum buah yang membesar tetapi daging buah masih keras dan berwarna hijau segar. Lakukan pemanenan secara berkala setiap 3 hingga 4 hari sekali menggunakan gunting pangkas yang tajam agar tidak merusak sulur tanaman utama. Dalam satu siklus tanam, setiap tanaman pare yang dirawat dengan baik mampu menghasilkan 10 hingga 15 buah berkualitas tinggi.

Langkah-langkah

  1. Siapkan benih berkualitas dan rendam dalam air hangat selama 6-8 jam sebelum disemai pada media campuran tanah dan pupuk kandang.
  2. Buat bedengan setinggi 30 cm dengan jarak tanam 50-60 cm, lalu campurkan pupuk dasar matang 1-2 kg per lubang tanam.
  3. Pindahkan bibit berumur 12 hari ke lapangan dan segera pasang lanjaran bambu setinggi 2 meter untuk tempat merambat.
  4. Lakukan penyiraman harian, pemupukan susulan tiap 2 minggu, dan pemangkasan cabang air bawah untuk memaksimalkan buah.
  5. Petik buah pare yang sudah berumur 45-55 hari setelah tanam menggunakan gunting tajam setiap 3-4 hari sekali.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama pare bisa dipanen sejak ditanam?

Pare dapat mulai dipanen pada umur 45 hingga 55 hari setelah tanam, tergantung varietas dan perawatan.

Mengapa buah pare banyak yang membusuk sebelum besar?

Hal ini biasanya disebabkan oleh gigitan lalat buah yang menyuntikkan telurnya ke dalam buah pare muda.

Apakah menanam pare wajib memakai lanjaran bambu?

Ya, lanjaran sangat diperlukan agar buah tidak menyentuh tanah basah yang dapat menyebabkan kebusukan.

Berapa kali penyiraman yang ideal untuk tanaman pare?

Penyiraman ideal dilakukan 1 kali sehari pada musim kemarau, dan dikurangi saat musim hujan agar akar tidak membusuk.

Bagaimana cara mengatasi daun pare yang menguning?

Periksa drainase tanah, pastikan pemupukan nitrogen tercukupi, dan pangkas daun bagian bawah yang sudah tua.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.