Setelah bibit pare berumur 10 hingga 14 hari atau sudah mengeluarkan 3 sampai 4 helai daun sejati, pindahkan bibit ke lubang tanam di lahan atau pekarangan berukuran 30x30x30 cm. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per lubang tanam untuk mencukupi kebutuhan hara awal tanaman merambat ini.
Tanaman pare memerlukan tiang panjat atau parura dari bilah bambu setinggi 2 meter agar buahnya tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang memicu kebusukan. Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore hari sebanyak 1 liter per tanaman, serta berikan tambahan pupuk susulan setiap 2 minggu sekali untuk merangsang pembungaan.
Buah pare siap dipanen pertama kali saat tanaman berumur 45 hingga 60 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam setiap 2 hari sekali pada pagi hari untuk mendapatkan kualitas buah terbaik yang masih renyah dan berwarna hijau segar.