Cara Menanam Pare dari Awal Sampai Panen untuk Hasil Melimpah di Indonesia

Panduan praktis budidaya pare (Momordica charantia) dari pemilihan benih berkualitas hingga panen pertama di pekarangan atau lahan usahatani Anda.

Jawaban singkat

Menanam pare di Indonesia sangat cocok dilakukan sepanjang tahun baik pada musim kemarau maupun musim hujan dengan drainase yang baik. Pilih benih unggul pare yang bernas dan sehat, lalu rendam dalam air hangat kuku selama 4 hingga 6 jam untuk mempercepat perkecambahan sebelum disemaikan di polybag kecil berisi campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Setelah bibit pare berumur 10 hingga 14 hari atau sudah mengeluarkan 3 sampai 4 helai daun sejati, pindahkan bibit ke lubang tanam di lahan atau pekarangan berukuran 30x30x30 cm. Berikan pupuk kandang matang sebanyak 1 hingga 2 kilogram per lubang tanam untuk mencukupi kebutuhan hara awal tanaman merambat ini.

Tanaman pare memerlukan tiang panjat atau parura dari bilah bambu setinggi 2 meter agar buahnya tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang memicu kebusukan. Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi atau sore hari sebanyak 1 liter per tanaman, serta berikan tambahan pupuk susulan setiap 2 minggu sekali untuk merangsang pembungaan.

Buah pare siap dipanen pertama kali saat tanaman berumur 45 hingga 60 hari setelah tanam, tergantung varietas yang digunakan. Panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting tajam setiap 2 hari sekali pada pagi hari untuk mendapatkan kualitas buah terbaik yang masih renyah dan berwarna hijau segar.

Langkah-langkah

  1. Pilih benih pare berkualitas dan rendam dalam air hangat sebelum disemai di polybag selama dua minggu.
  2. Siapkan lubang tanam berukuran 30 cm di lahan terbuka yang mendapat sinar matahari penuh dan beri pupuk kandang.
  3. Pindahkan bibit ke lubang tanam dan pasang ajir atau parura bambu agar tanaman pare bisa merambat dengan baik.
  4. Lakukan perawatan rutin berupa penyiraman, penyiangan gulma, pembasmian hama secara mekanis, dan pemupukan susulan hingga masa panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik menanam pare di Indonesia?

Pare dapat ditanam sepanjang tahun di Indonesia, baik pada musim kemarau maupun musim hujan asalkan saluran drainase lahan dijaga dengan baik.

Berapa lama umur tanaman pare sampai bisa dipanen?

Tanaman pare umumnya sudah dapat dipanen buah pertamanya pada umur 45 hingga 60 hari setelah pindah tanam.

Apakah pare wajib menggunakan ajir atau rambatan?

Ya, karena pare adalah tanaman merambat dan buahnya harus menggantung agar bentuknya lurus serta terhindar dari kebusukan tanah.

Bagaimana cara mengatasi buah pare yang sering pahit?

Rasa pahit adalah sifat alami pare, namun pemilihan varietas unggul dan menjaga ketersediaan air yang cukup dapat membantu mengurangi tingkat kepahitannya.

Berapa kebutuhan sinar matahari untuk tanaman pare?

Pare membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari atau minimal 6 hingga 8 jam sehari untuk pertumbuhan optimal.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Cara Menanam, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.