Penyebab nonsistemik yang kerap dijumpai adalah defisiensi hara nitrogen dan magnesium. Pemberian pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang ayam matang sebanyak 1 sampai 2 kilogram per lubang tanam sebelum tanam, serta pemupukan susulan setiap 7 hingga 10 hari sekali, sangat krusial. Tanpa asupan hara yang seimbang, klorofil daun akan rusak, menyebabkan tulang daun atau seluruh permukaan daun berubah warna dari hijau segar menjadi kuning pucat.
Di samping hara, infeksi Gemini virus atau virus kuning yang ditularkan oleh vektor kutu kebul merupakan ancaman mematikan bagi tanaman pare. Gejala khasnya ditandai dengan bercak kuning cekung yang menyebar hingga seluruh helai daun meliuk dan mengerut. Pada kondisi terinfeksi berat, produksi buah pare dapat anjlok hingga 80 persen karena tanaman kehilangan kemampuan memproses makanan secara optimal.
Pengelolaan masalah ini memerlukan kombinasi penyiraman konsisten 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, penyiangan gulma secara rutin, serta pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 20 sampai 30 lembar per hektar. Pemangkasan daun-daun tua yang telah menguning lebih dari 50 persen juga harus dilakukan tiap minggu untuk mencegah penularan patogen ke tunas muda yang sedang tumbuh produktif.






