Pare, Daun Pare Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi
Tamanna Rumee / Pexels

Daun Pare Menguning: Penyebab & Cara Mengatasi

Daun pare yang menguning saat musim kemarau umumnya disebabkan oleh serangan hama hisap, kekurangan unsur hara nitrogen, atau infeksi virus kuning yang perlu segera didiagnosis dengan tepat.

Jawaban singkat

Masalah daun pare kuning sering melonjak saat musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia. Suhu udara yang panas di atas 32 derajat Celsius disertai kelembapan udara yang rendah menciptakan kondisi ideal bagi perkembangan hama pembawa penyakit seperti kutu kebul dan thrips. Ketika pertanaman pare seluas 100 meter persegi kekurangan pasokan air teratur, proses fotosintesis terganggu dan daun tua di bagian bawah mulai menguning secara bertahap.

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Penyebab nonsistemik yang kerap dijumpai adalah defisiensi hara nitrogen dan magnesium. Pemberian pupuk organik kaya nitrogen seperti pupuk kandang ayam matang sebanyak 1 sampai 2 kilogram per lubang tanam sebelum tanam, serta pemupukan susulan setiap 7 hingga 10 hari sekali, sangat krusial. Tanpa asupan hara yang seimbang, klorofil daun akan rusak, menyebabkan tulang daun atau seluruh permukaan daun berubah warna dari hijau segar menjadi kuning pucat.

Di samping hara, infeksi Gemini virus atau virus kuning yang ditularkan oleh vektor kutu kebul merupakan ancaman mematikan bagi tanaman pare. Gejala khasnya ditandai dengan bercak kuning cekung yang menyebar hingga seluruh helai daun meliuk dan mengerut. Pada kondisi terinfeksi berat, produksi buah pare dapat anjlok hingga 80 persen karena tanaman kehilangan kemampuan memproses makanan secara optimal.

Pengelolaan masalah ini memerlukan kombinasi penyiraman konsisten 1 hingga 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, penyiangan gulma secara rutin, serta pemasangan perangkap kuning berperekat sebanyak 20 sampai 30 lembar per hektar. Pemangkasan daun-daun tua yang telah menguning lebih dari 50 persen juga harus dilakukan tiap minggu untuk mencegah penularan patogen ke tunas muda yang sedang tumbuh produktif.

Penyebab & Cara Mengatasi

Serangan Virus Kuning (Gemini Virus)

Ciri: Daun muda menguning cerah dimulai dari tulang daun, helai daun mengerut, meliuk, dan ukuran daun mengecil.

Solusi: Cabut dan bakar tanaman yang terinfeksi berat, kendalikan vektor hama kutu kebul, dan gunakan varietas benih tahan virus.

Kekurangan Unsur Hara Nitrogen (N)

Ciri: Penguningan merata dimulai dari daun-daun tua di bagian bawah, sedangkan daun muda tetap hijau pucat.

Solusi: Kocor pupuk organik cair atau pupuk nitrogen dosis seimbang sesuai fase vegetatif setiap 7 hari sekali.

Serangan Hama Thrips atau Kutu Kebul

Ciri: Permukaan bawah daun terdapat bercak kuning keperakan, daun menggulung ke atas, dan terlihat serangga kecil aktif.

Solusi: Pasang perangkap kuning berperekat, semprotkan agens hayati Beauveria bassiana atau pestisida nabati secara berkala.

Stres Kekeringan (Kekurangan Air)

Ciri: Daun bawah menguning, layu pada siang hari yang terik, dan tanah di sekitar perakaran terlihat pecah-pecah.

Solusi: Lakukan penyiraman rutin 2 kali sehari pagi dan sore, serta tambahkan mulsa jerami setebal 5 cm di atas bedengan.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemeriksaan visual pada permukaan atas dan bawah daun pare untuk mengidentifikasi pola penguningan dan keberadaan hama.
  2. Pangkas daun tua atau daun terinfeksi yang sudah menguning dengan gunting steril, lalu buang jauh dari area pertanaman.
  3. Atur jadwal penyiraman secara konstan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari agar kelembapan tanah di area perakaran tetap terjaga.
  4. Aplikasikan pemupukan susulan berkala dan pasang perangkap kuning berperekat di sekitar mulsa untuk mengendalikan vektor penyakit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah daun pare yang sudah menguning bisa hijau kembali?

Daun yang menguning akibat kekurangan air atau hara ringan masih bisa pulih jika ditangani cepat, namun daun yang menguning akibat virus atau kerusakan klorofil total tidak bisa hijau kembali dan sebaiknya dipangkas.

Mengapa daun pare menguning dari bagian bawah terlebih dahulu?

Hal ini umumnya menandakan kekurangan unsur hara mobilitas tinggi seperti nitrogen atau magnesium, di mana tanaman memindahkan hara dari daun tua ke daun muda, atau akibat penuaan alami daun.

Bagaimana cara membedakan kuning karena virus dan kuning karena kekurangan air?

Kuning karena virus disertai gejala daun keriting, kerdil, dan bercak belang, sedangkan kuning karena kekeringan membuat seluruh daun terkulai layu pada siang hari tanpa pola keriting.

Apakah buah pare aman dikonsumsi jika daun tanamannya kuning?

Buah pare tetap aman dikonsumsi, namun ukurannya biasanya lebih kecil dan jumlah produksi buah akan menurun signifikan.

Berapa kali sebaiknya menyiram pare saat musim kemarau?

Penyiraman ideal dilakukan 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari setelah jam 15.00 agar tanah tidak mengering mendadak.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Daun Menguning, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.