Persiapan pupuk dasar dilakukan sekitar 7 hingga 14 hari sebelum bibit pare ditanam di bedengan. Petani disarankan memasukkan pupuk kandang atau kompos yang telah matang sempurna sebanyak 2 hingga 3 kilogram per lubang tanam, lalu diaduk rata dengan tanah olahan. Penambahan pupuk dasar makro berimbang secukupnya pada tahap ini bertujuan untuk menyediakan cadangan hara jangka panjang dan memperbaiki struktur perakaran di dalam tanah sebelum tanaman mulai merambat.
Memasuki fase vegetatif pada umur 7 hingga 28 hari setelah tanam (HST), pemupukan pare berfokus pada penyediaan unsur Nitrogen tinggi untuk memacu pertumbuhan batang, daun, dan sulur rambatan. Aplikasikan pupuk kocor cair setiap 7 hingga 10 hari sekali dengan melarutkan pupuk NPK ke dalam air bersih, lalu disiramkan sebanyak 200 hingga 250 mililiter per lubang tanam. Pada musim hujan, frekuensi pemupukan kocor disesuaikan agar perakaran tidak tergenang dan mencegah risiko kebusukan akar.
Saat tanaman memasuki fase generatif mulai umur 30 HST hingga masa panen berakhir, kebutuhan hara beralih ke unsur Fosfor dan Kalium yang lebih tinggi guna merangsang pembungaan dan memperbesar buah. Pemupukan susulan pada fase ini dapat diberikan setiap 10 hingga 14 hari sekali, baik secara kocor maupun ditugal di sekitar perakaran dengan jarak 10 hingga 15 sentimeter dari pangkal batang. Keseimbangan nutrisi pada fase generatif sangat vital untuk mencegah kerontokan bunga dan menjaga bentuk buah pare tetap lurus serta mengkilap.






