Fase Awal (0-15 HST): Sebelum tanam, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per lubang tanam. Campurkan dengan tanah dan biarkan selama 1 minggu. Setelah tanam, pada umur 7 HST berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 5 gram per tanaman dengan cara ditabur melingkar 10 cm dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah. Pemupukan awal ini merangsang pertumbuhan akar dan daun awal.
Fase Vegetatif (15-30 HST): Tanaman pare membutuhkan banyak nitrogen untuk pertumbuhan daun dan batang. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram per tanaman pada umur 20 HST, ditambah pupuk urea 5 gram per tanaman. Taburkan pupuk pada alur di samping barisan tanaman, lalu siram. Lakukan juga pemupukan susulan dengan pupuk kandang cair (1 kg pupuk kandang + 10 liter air, difermentasi 3 hari) dengan dosis 0,5 liter per tanaman setiap 7 hari.
Fase Berbunga dan Berbuah (30 HST hingga panen): Kurangi nitrogen, perbanyak fosfor dan kalium. Pada umur 35 HST, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 15 gram per tanaman ditambah KCL 5 gram per tanaman. Ulangi setiap 2 minggu hingga panen. Semprotkan pupuk daun yang mengandung P dan K tinggi (misal Gandasil B atau MKP) setiap 10 hari pada sore hari. Hentikan pemupukan 1 minggu sebelum panen pertama untuk mengurangi rasa pahit.