Panduan Pemupukan Pare yang Tepat per Fase

Pemupukan pare yang tepat berdasarkan fase pertumbuhan akan meningkatkan hasil buah secara signifikan.

Jawaban singkat

Pemupukan pare (Momordica charantia) yang tepat sangat penting untuk mendapatkan buah yang lebat, besar, dan tidak pahit berlebihan. Tanaman pare termasuk tanaman yang rakus hara, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Di Indonesia, pare bisa ditanam sepanjang tahun, tetapi pemupukan perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan: fase awal (0-15 HST), fase vegetatif (15-30 HST), fase berbunga (30-45 HST), dan fase berbuah (45 HST hingga panen).

Ringkas: Pare

Cahaya
Penuh (6-8 jam sehari)
Penyiraman
Sedang (jaga kelembapan tanah, jangan sampai tergenang)
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Sangat responsif terhadap pemupukan organik dan membutuhkan sistem rambatan yang kuat.

Fase Awal (0-15 HST): Sebelum tanam, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang sebanyak 10-15 ton per hektar atau 2-3 kg per lubang tanam. Campurkan dengan tanah dan biarkan selama 1 minggu. Setelah tanam, pada umur 7 HST berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 5 gram per tanaman dengan cara ditabur melingkar 10 cm dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah. Pemupukan awal ini merangsang pertumbuhan akar dan daun awal.

Fase Vegetatif (15-30 HST): Tanaman pare membutuhkan banyak nitrogen untuk pertumbuhan daun dan batang. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 10 gram per tanaman pada umur 20 HST, ditambah pupuk urea 5 gram per tanaman. Taburkan pupuk pada alur di samping barisan tanaman, lalu siram. Lakukan juga pemupukan susulan dengan pupuk kandang cair (1 kg pupuk kandang + 10 liter air, difermentasi 3 hari) dengan dosis 0,5 liter per tanaman setiap 7 hari.

Fase Berbunga dan Berbuah (30 HST hingga panen): Kurangi nitrogen, perbanyak fosfor dan kalium. Pada umur 35 HST, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 15 gram per tanaman ditambah KCL 5 gram per tanaman. Ulangi setiap 2 minggu hingga panen. Semprotkan pupuk daun yang mengandung P dan K tinggi (misal Gandasil B atau MKP) setiap 10 hari pada sore hari. Hentikan pemupukan 1 minggu sebelum panen pertama untuk mengurangi rasa pahit.

Langkah-langkah

  1. Sebelum tanam, berikan pupuk dasar pupuk kandang 10-15 ton/ha atau 2-3 kg/lubang, diamkan 1 minggu.
  2. Pada 7 HST, berikan NPK 15-15-15 5 gram/tanaman secara melingkar.
  3. Pada 20 HST, berikan NPK 15-15-15 10 gram + urea 5 gram per tanaman.
  4. Pada 35 HST, berikan NPK 15-15-15 15 gram + KCL 5 gram per tanaman, ulangi tiap 2 minggu.
  5. Semprot pupuk daun P dan K tinggi setiap 10 hari sejak fase berbunga hingga panen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk pare?

Pagi hari setelah penyiraman atau saat tanah lembab, hindari terik matahari langsung.

Berapa kali pemupukan pare selama satu siklus?

Minimal 4 kali: pupuk dasar, 7 HST, 20 HST, dan 35 HST, ditambah semprot pupuk daun tiap 10 hari.

Apa yang terjadi jika kelebihan pupuk nitrogen?

Daun lebat tapi buah sedikit, dan buah terasa sangat pahit. Kurangi N saat berbunga.

Bisakah menggunakan pupuk organik saja?

Bisa, tetapi hasilnya mungkin kurang maksimal. Kombinasikan dengan pupuk anorganik sesuai dosis.

Apakah pare perlu pupuk mikro?

Ya, terutama boron dan seng. Semprot pupuk daun yang mengandung mikro setiap 2 minggu.

Mengapa buah pare kecil dan bengkok?

Kekurangan kalium dan fosfor. Tingkatkan dosis KCL dan pupuk daun P tinggi.

Lebih lanjut tentang Pare

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.